Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lintasarta Kenalkan Layanan Cloud Cloudeka, Incar Semua Industri

Berdasarkan laporan salah satu lembaga riset, kata Ginandjar, nilai penggunaan layanan komputasi awan di Indonesia akan mencapai Rp27 triliun pada 2025, naik lebih 200 persen dibandingkand dengan 2021. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 September 2021  |  22:15 WIB
Komputasi awan.  - Istimewa
Komputasi awan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Lintasarta, penyedia jasa telekomunikasi, internet dan layanan IT, memperkenalkan Lintasarta Cloudeka sebuah layanan komputasi awan untuk seluruh industri. Cloudeka memiliki beragam fitur yang membantu perusahaan dalam bertransformasi digital. 

Presiden Director Lintasarta Arya Damar mengatakan produk komputasi awan baru ini dibuat untuk semua industri. Pelaku usaha tidak hanya bisa memiliki layanan komputasi awan, juga dengan berbagai macam tambahan lainnya termasuk layanan keamanan. 

“Cloudeka bisa dibundel dengan infrastrukturnya, komputasi awannya, bahkan keamanannya, hingga aplikasi,” kata Arya dalam konferensi virtual, Rabu (15/9). 

Sementara itu, Marketing & Solution Director Lintasarta Ginandjar mengatakan Lintasarta Cloudeka memiliki berbagai fitur unggulan. 

Cloudeka memiliki fitur Deka Prime yang dilengkapi dengan VMWare untuk layanan berbasis infrastruktur (IaaS), Deka Flexy dengan fitur open stage, dan Deka Box yang merupakan obyek penyimpanan. 

Selain itu ada juga Deka Vault yang merupakan sistem cadangan untuk menjaga layanan dan Deka Premium yaitu layanan komputasi awan pribadi. 

Kemudian untuk layanan berbasis platform (PaaS) Cloudeka memiliki Deka Harbour atau container. Terakhir, untuk layanan berbasis perangkat lunak (Saas) ada Deka Sense dan Intelligent Video Analytic. 

“Solusi Cloudeka akan memberikan layanan yang andal, dan aman,” kata Ginandjar. 

Ginandjar mengatakan dalam beberapa waktu ke depan, komputasi awan akan menjadi primadona. Berdasarkan laporan salah satu lembaga riset, kata Ginandjar, nilai penggunaan layanan komputasi awan di Indonesia akan mencapai Rp27 triliun pada 2025, naik lebih 200 persen dibandingkand dengan 2021. 

Sementara itu, Country Leader Indonesia AWS Gunawan Susanto memprediksi ekonomi Indonesia bisa melesat menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030 dengan ekonomi digital.

“Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia 2020 itu lebih dari 10 persen, dan kontribusinya kalau tidak salah mencapai 18 persen dari PDB,” ujarnya secara virtual pada acara bertajuk mengoptimalkan Kontribusi Startup Sebagai Enabler Digitalisasi UMKM/Bisnis Rumahan Melalui Pendayagunaan Cloud dari AWS, Selasa (7/9/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi cloud computing
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top