Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Darurat, Vidio.com Perkaya Konten untuk Menangkan Persaingan

Selama masa PPKM Darurat, pelanggan dapat berlangganan Premier Platinum selama setahun hanya dengan Rp99.000 dari harga normal Rp199.000.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  19:20 WIB
Vidio
Vidio

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan streaming asal Indonesia, Vidio.com mengungkapkan sejumlah strategi untuk menggaet pelanggan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berjalan.

Vice President Brand Marketing Vidio.com Rezki Yanuar mengatakan kebijakan PPKM Darurat diantisipasi perusahaan dengan memperkaya perpustakaan konten Vidio mulai dari tayangan pilihan keluarga seperti Doraemon Stand By Me 2.

“Sejauh ini Vidio menjadi satu-satunya OTT yang menayangkannya, kemudian juga beragam pilihan drama Korea, original series, hingga pertandingan olahraga seperti Copa America, dan pertandingan Olimpiade Tokyo 2020  yang bisa disaksikan di Vidio,” katanya, Senin (12/7/2021).

Lebih lanjut, dia meyakini dengan berkutat pada konten eksklusif dan penawaran harga paket yang bersaingmaka diharapkan mampu menggaet lebih banyak pengguna ke depannya.

Rezki mengatakan selama masa PPKM Darurat, pelanggan dapat berlangganan Premier Platinum selama setahun hanya dengan Rp99.000 dari harga normal Rp199.000.

Tidak hanya itu, dia melanjutkan perusahaan turut menghadirkan konten yang ditujukan bagi pecinta tayangan olahraga FOX Sports dengan hanya membayar Rp49.000 dari harga normal Rp78.000

“Sepanjang kuartal I/2021, Vidio mencatat peningkatan pendapat sebesar 3,4 kali lipat dibandingkan kuartal I/2020. Melihat peningkatan ini kami optimis menjadi platform OTT karya anak bangsa yang dicintai di Indonesia,” kata Rezki.

Berdasarkan data Statista, pendapatan segmen video sesuai permintaan (SVoD) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$411 juta pada 2021 dengan penetrasi pengguna menjadi 16,5 persen pada 2021 dan diharapkan mencapai 20,4 persen pada 2025.

Sementara itu, perusahaan khusus yang menganalisis optimasi layanan video daring, Conviva menemukan terdapat peralihan kebiasaan streaming on demand pada masyarakat di Asia.

Conviva mendapatkan 2 pola utama konsumsi layanan video streaming di Asia, pertama layanan on demand meningkat dibandingkan siaran langsung, dan kedua pengguna yang tadinya menggunakan ponsel dan desktop beralih ke layar yang lebih besar di rumah untuk mengakses layanan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

videostreaming video on demand (vod)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top