Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata! 5G Belum Bisa Saingi Internet Rumah, Ini Alasannya

Teknologi 5G ternyata masih belum bisa saingi internet tetap rumahan dari sisi harga dan kestabilan jaringan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 April 2021  |  20:30 WIB
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menilai kehadiran 5G tidak akan menggerus pasar layanan internet tetap di perumahan. Dari sisi harga dan kestabilan jaringan, layanan fixed broadband masih lebih unggul dari si 'teknologi baru'.

Ketua Umum Apjatel Muhammad Arif mengatakan jaringan yang menggunakan kabel memiliki kualitas yang lebih bagus dan stabil dibandingkan dengan jaringan nirkabel, yang rentan terhadap gangguan seperti bangunan, cuaca dan lain sebagainya. Jika melihat kondisi dan situasi perumahan di Indonesia, menurutnya, jaringan internet tetap tidak akan tergerus oleh layanan fixed wireless broadband 5G.

“Menurut saya tidak bisa bergantung sepenuhnya oleh 5G, karena dia jaringannya lebar dan mudah terganggu. Makanya base transceiver stations [BTS] 5G tidak bisa jauh-jauh. Jadi fixed broadband tidak serta merta tergantikan oleh 5G,” kata Arif kepada Bisnis.com, Jumat (9/4/2021).

Di samping itu, sambungnya, 5G yang beroperasi dengan jaringan seluler memiliki model bisnis berbasis kuota. Pelanggan harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan sejumlah kuota data.

Teknologi 5G yang super cepat akan membuat pelanggan seluler sangat boros, karena kuota data mereka bisa habis dalam waktu singkat. Berbeda dengan layanan internet rumah yang tidak terbatas kuota, dengan pembayaran tetap per bulan.

“Orang lebih hemat pastinya. Misalnya orang pakai IndiHome bayar Rp300.000 per bulan, kalau pakai 5G bisa lebih karena terlalu ngebut internetnya 3 hari habis, orang mau tidak mau harus beli lagi,” kata Arif.

Meski memiliki sejumlah perbedaan, menurut Arif, 5G dapat membuat bisnis penyedia jaringan telekomunikasi tumbuh. Jarak antar-BTS yang rapat, membuat permintaan pergelaran serat optik makin pesat. Serat optik sangat dibutuhkan dalam membawa lalu lintas data 5G, karena teknologi tersebut menawarkan kecepatan yang super cepat.

“Aku pikir nanti kalau ada 5G kolaborasinya lebih bertambah bukan menggantikan bisnis internet tetap atau pergelaran serat optik,” kata Arif.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top