Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Antisipasi Permintaan Ramadan, Sayurbox Manfaatkan Komputasi Awan

Sayurbox dapat melacak produk secara akurat dan menerapkan sumber daya dengan cepat untuk mempertahankan waktu pengiriman produksi selama 24 jam.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  17:30 WIB
Antisipasi Permintaan Ramadan, Sayurbox Manfaatkan Komputasi Awan
Blog Sayurbox. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sayurbox menyebutkan akan fokus pada 2 strategi untuk menghadapi kebutuhan pangan saat Ramadan tahun ini. 

Communications Manager Sayurbox Bintang Angkasa mengatakan perusahaan akan memanfaatkan teknologi komputasi awan dan menerapkan program tanam.

“Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang sedang pasar butuhkan sehingga para petani dapat menjual hasil panen dengan optimal dan mengurangi limbah pertanian,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (28/3/2021).

Untuk bisa mempersingkat alur pasokan, menurutnya, komputasi awan memiliki kemampuan andal mengantisipasi permintaan konsumen apabila mengalami lonjakan yang signifikan.

Dia mengatakan Sayurbox tengah dalam proses migrasi ke AWS, di mana kebanyakan beban kerjanya sekarang sudah berada di cloud AWS. Adapun, solusi awan ini dilakukan secara end-to-end dari hulu ke hilir, yaitu dari petani, logistik, hingga aplikasi yang digunakan oleh pelanggan untuk mengakses layanan Sayurbox.

Sayurbox kini melayani 200.000 pelanggan dan 8.000 petani setiap bulannya. Bahkan pesanan harian meningkat hingga hampir 300 persen. Sayurbox dapat melacak produk secara akurat dan menerapkan sumber daya dengan cepat untuk mempertahankan waktu pengiriman produksi selama 24 jam.

Bintang mengatakan strategi tersebut diharapkan memberikan peluang yang lebih baik bagi petani untuk menjual barangnya di harga yang lebih tinggi dengan kuantitas yang pasti. Khususnya pada Ramadan.

“Di Sayurbox, saat ini justru terdapat peningkatan permintaan sebesar 30 persen dibandingkan waktu yang sama pada 2020 lalu,” kata Bintang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agribisnis StartUp
Editor : Amanda Kusumawardhani

Terpopuler

back to top To top