Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perhatian! Terima Stiker di Whatsapp Dikenakan Biaya Tambahan, Cek Faktanya

Beredar pesan melalui Whatsapp bahwa penerima pesan stiker akan dikenakan biaya senilai Rp250 per stiker.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  02:15 WIB
Muncul pesan melalui aplikasi Whatsapp bahwa penerima pesan stiker akan dikenakan biaya. - ilustrasi
Muncul pesan melalui aplikasi Whatsapp bahwa penerima pesan stiker akan dikenakan biaya. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini, pengguna Whatsapp diresahkan dengan adanya informasi bahwa setiap orang yang menerima stiker melalui HP, maka akan dikenakan biaya senilai Rp250 per stiker.

Pesan viral ini membuat pengguna Whatsapp resah. Bahkan ada juga yang  berujung pada ajakan untuk berhenti menggunakan fitur stiker pada percakapan Whatsapp ramai beredar melalui aplikasi berbagi pesan tersebut.

Sebuah pesan viral mengatasnamakan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nyoman. Pesan itu mengabarkan setiap orang yang menerima stiker di Whatsapp akan dikenakan biaya Rp250 per satu stiker.

AKBP Nyoman, seperti disebut dalam pesan viral itu, menilai penggunaan stiker lebih baik dihentikan agar paket data Internet dan uang tidak cepat habis.

Berikut narasi lengkapnya:

"AKBP NYOMAN:

*Mohon berita berikut ini dicermati*

*STOP PEMAKAIAN STICKER Di WHATSAP / WA* Bila tdk Terlalu Penting

*Aku juga baru tahu !!*

Tahukah teman2 ku di group ini..

Kenapa saya tidak suka menggunakan stiker..?

Setiap stiker atau gambar yang saudaraku kirimkan di WA ini pembayarannya dibebankan kpd yg menerima .

Jika anggota group ini ada 20 org saja maka pembuat stiker sudah mendapat uang 20x 250 rupiah untuk satu stiker.

Jika setiap hari di group ini ada 20 stiker dan gambar maka pembuat stiker mendapat uang perhari dari group ini = 20 x20x 250 = 100.000 rupiah. Jika dalam 1 bln ,brp kah penghasilan pembuat stiker ???

dan berapakah uang pengguna WA yang mendapat kiriman sticker tersedot masuk ke rekening pembuat sticker tersebut

Saya mengajak semuanya untuk stop pakai stiker agar paket / uang kita tidak cepat habis utk memperkaya orang yang sudah kaya !!

*Selain besaran nilai rupiah-nya juga memenuhi file data HP.*

*STOP PENGGUNAAN STICKER..!!*

  • AKBP NYOMAN: ini tolong di sebar ada bagusnya pengiritan dan tidak penting *mulai sekarang jangan kirim2 Stiker ya saudaraku...*

Pantesan kuota Internet cepat habis."

Namun, benarkah penerima stiker di aplikasi Whatsapp dibebankan biaya Rp250? 

Hoaks yang menyatakan penerima stiker di Whatsapp dibebankan biaya Rp250 (WhatsApp)

Penjelasan terkait stiker Whatsapp

Dari penelusuran ANTARA, ajakan untuk berhenti menggunakan stiker Whatsapp pernah beredar pada April 2020. Saat itu, narasi yang bergulir mirip dengan pesan viral mengatasnamakan AKBP Nyoman.

Menurut laporan JALA HOAKS pada 20 April 2020, narasi yang menyatakan penerima stiker di Whatsapp dibebankan biaya Rp250 merupakan informasi palsu (hoaks).

Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan perbedaan yang terjadi saat mengirim stiker serta teks biasa, hanya terdapat pada besaran kuota data yang digunakan, mengacu JALA HOAKS.

Untuk teks per karakter diperkirakan satu byte, sedangkan stiker pada umumnya di bawah 50 kilo byte, kata Pratama.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi (CISSReC) itu, tidak ada biaya Rp250 yang dikenakan kepada penerima stiker selain perbedaan penggunaan kuota data.

“Jadi, penggunaan stiker pada WhatsApp dan lainnya hanya dibebankan pada kuota data. Yang besar di aplikasi chat adalah kirim foto, video dan dokumen,” kata Pratama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

whatsapp hoax

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top