Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Buru-Buru, Indonesia Perlu Bangun Ekosistem 5G Dulu

Pengamat menilai ekosistem 5G perlu dibangun terlebih dulu sebelum menghadirkan ke Indonesia agar teknologi ini lebih bermanfaat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  08:39 WIB
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. - REUTERS/Sergio Perez
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. - REUTERS/Sergio Perez

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai pengembangan 5G harus mempertimbangkan kematangan ekosistem dan kebutuhan, agar teknologi baru ini bermanfaat.

Ketua Umum Mastel Kristiono mengatakan dalam mengembangkan dan mempersiapkan teknologi terbaru 5G dibutuhkan waktu. Pasalnya, operator telekomuniksi perlu melihat dan mempertimbangkan skalabilitas kebutuhan dan ekosistem pendukung 5G.

Dia mengatakan yang dibangun bukan infrastruktur 5G, tetapi ekonomi 5G yang proyeksinya sangat besar. Pemerintah perlu mengkonsolidasikan semua pemangku kepentingan. untuk membahas sektor dan kebutuhan yang perlu diprioritaskan

“Bagaimana menghadirkan ekosistemnya di Indonesia sehingga dampaknya kepada perekonomian nasional besar termasuk terciptanya lapangan pekerjaan yang bisa dihasilkan,” kata Kristiono kepada Bisnis.com, Rabu (17/2/2021).

Kristino menekankan dalam menghadirkan layanan 5G tidak boleh terburu-buru. Pergelaran 5G juga tidak bisa hanya untuk pamer seakan Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memperkirakan bahwa teknologi generasi kelima tidak akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. XL memprediksi teknologi baru tersebut tiba pada 2023–2025.

Direktur Finance XL Axiata Budi Pramantika mengatakan perseroan telah mengkaji dan memantau sejumlah isu diprediksi akan ramai dibahas pada 2021, khususnya mengenai lelang 2,3 GHz dan 5G.

Dia mengatakan berdasarkan pendapat sejumlah analis, lelang 2,3 GHz akan kembali digelar pada tahun ini dengan pemenang yang tidak jauh berbeda. Para pemenang lelang, kata Budi, akan menggunakan hasil lelang untuk memperkuat kapasitas 4G, bukan 5G.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top