Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandi: Domain .id Makin Dilirik, Ini Buktinya

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengklaim domain .id makin dilirik dan diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara sepanjang 2020.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  17:27 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengklaim telah mencapai kinerja positif sepanjang tahun lalu, dengan melampaui target 472.569 nama domain pada 2020.

Menurut Yudho Sucahyo, Ketua Pandi, tercatat per 31 Desember 2021, telah mencapai jumlah nama domain yang terdaftar sebanyak 486.814 nama domain atau naik sebanyak 133.909 atau 37,94 persen nama domain dari 2019 dengan 352.905 nama domain.

“Dari data pertumbuhan ini, kami menyimpulkan domain .id makin dilirik dan diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara. Persebaran nama domain terdiri atas 453.100 nama domain yang didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 33.714 nama domain yang didaftarkan oleh masyarakat dari mancanegara,” tuturnya lewat diskusi virtual, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi mereka yang terus meningkatkan kerja sama dengan registrar yang mana sepanjang 2020, Pandi memberikan akreditasi kepada tiga registrar baru dan memiliki total 22 registrar.

Yudho melanjutkan peningkatan nama domain .id juga dibarengi dengan fokus mereka untuk meningkatkan kepercayaan nama domain .id dengan memperkuat keamanan dan menanggulangi phising.

“Dalam praktiknya, kami juga bekerja sama dengan komunitas lokal maupun internasional. Di skala internasional, Pandi juga ikut berkontribusi dengan bergabung sebagai board member di APTLD [Asia Pacific Top Level Domain Name Association],” katanya.

Selain itu, Yudho menyebutkan selaku Registri .id mereka juga telah melaksanakan selebrasi Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), yakni program yang mengupayakan proses digitisasi dan digitalisasi tujuh aksara nusantara yaitu aksara Jawa, Sunda, Bugis (lontara), Rejang, Batak, Makassar dan Bali.

“Pencapaian kami pada tahun lalu, tidak luput dari mindset percepatan transformasi digital yang mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan situasi anomali,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi pandi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top