Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cisco Umbrella: Serangan Siber Naik 40 Persen, Ransomware Paling Sering

Cisco Umbrella mencatat adanya kenaikan serangan siber pada 2020 hingga 40 persen, salah satuyang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  19:21 WIB
Ilustrasi virus Wannacry Ransomware menyerang perangkat lunak komputer di berbagai negara - Istimewa
Ilustrasi virus Wannacry Ransomware menyerang perangkat lunak komputer di berbagai negara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Cisco Umbrella, aplikasi komputasi awan, mencatat terjadi peningkatan sebesar 40 persen serangan siber pada 2020.

Berdasarkan pada hasil survei Cisco terhadap lebih dari 4.800 praktisi IT dan keamanan siber yang dilakukan di 25 negara dari berbagai macam industri, salah satu tipe serangan siber yang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware.

Dikutip melalui rilis resminya, banyak perusahaan dan bisnis kecil yang dipaksa membayarkan sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kembali akses ke berkas penting atau sistem komputer mereka.

Hasil studi Cisco mengatakan bahwa salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System).

“Sayangnya, masih banyak orang dan perusahaan yang hanya bergantung kepada perlindungan firewall yang tidak memonitor isi DNS traffic sehingga seringkali mengalami kebobolan,” tulis Cisco lewat rilisnya, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, Cisco menyebutkan bahwa ransomware merupakan serangan siber yang bisa masuk dengan mudah tanpa terdeksi sebagai suatu perangkat lunak dan mampu menyandera berkas penting atau akses ke sistem komputer.

Melihat fenomena tersebut, Cisco memprediksi banyak perusahaan dan perseorangan yang mencari cara untuk memperkuat keamanan siber mereka.

Untuk diketahui, keamanan siber adalah praktik untuk melindungi sistem, jaringan, dan program dari ancaman atau serangan digital.

Serangan-serangan ini biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif memeras uang dari korban atau mengganggu proses bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top