Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Signal Jadi Primadona Baru, Pembuatnya Ternyata Mantan Pendiri WhatsApp!

Dilansir dari berbagai sumber, Brian Acton sang pembuat aplikasi Signal ternyata merupakan mantan penemu atau Co-Founder WhatsApp.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  16:18 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA - Aplikasi pesan Signal mendadak menjadi primadona baru, usai WhatsApp melakukan kebijakan data privasi baru.

Bahkan, CEO Tesla Elon Musk mengajak pengikutnya untuk beralih menggunakan aplikasi Signal. Ajakan itu disampaikan melalui akun Twitter miliknya pada Kamis (7/1/2021).

"Gunakan Signal," cuitnya, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (13/1/2021).

Namun, apa sebenarnya aplikasi Signal dan siapa sosok yang mendirikan aplikasi tersebut? Dilansir dari berbagai sumber, Brian Acton sang pembuat aplikasi Signal ternyata merupakan mantan penemu atau Co-Founder WhatsApp. Brian meninggalkan WhatsApp pada September 2017, usai Facebook mengakuisisi WhatsApp pada 2014.

Sama halnya dengan WhatsApp dan Telegram, aplikasi Signal memiliki fitur bertukar pesan, suara, video, dan berbagi hal lainnya. Signal diluncurkan pada 2013 oleh Moxie Marlinspike. Saat itu aplikasi pesan ini telah menembus angka 10 juta lebih pengguna.

Namun, selama masa proyek, Signal hanya mendapat rata-rata 2,3 pengembang perangkat lunak purnawaktu, dan tidak pernah lebih dari 7 orang.

Meski begitu, Signal tidak pernah mengambil pendanaan venture capital (VC) atau mencari investasi. Pasalnya, mereka merasa mengutamakan keuntungan tidak akan sejalan dengan membangun proyek berkelanjutan yang mengutamakan pengguna.

"Akibatnya, Signal terkadang menderita karena kurangnya sumber daya atau kapasitas kami dalam jangka pendek. Tetapi kami selalu merasa nilai-nilai itu akan mengarah pada pengalaman terbaik dalam jangka panjang," tulis Signal dalam laman resminya, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (13/1/2021).

Pada 2018, usai hengkang dari WhatsApp, Brian Acton bergabung sebagai Ketua Eksekutif dari The Signal Foundation dengan dana awal US$50 juta untuk mendanai aplikasi tersebut.

Dana US$50 juta digunakan untuk meningkatkan segala hal, mulai dari jumlah tim, kapasitas, hingga ambisi Signal. Menurut Brian, perlindungan data dan privasi sangat penting di kehidupan sekarang. Tidak hanya bagi orang-orang, melainkan juga bagi negara tertentu.

"Misi The Signal Foundation adalah mengembangkan teknologi privasi sumber terbuka yang melindungi kebebasan berekspresi dan memungkinkan komunikasi global yang aman," kata Brian Acton.

Hingga saat ini, Signal tidak pernah menanggung sendiri biaya overhead manajemen. Mereka mengandalkan Freedom Of The Press Foundation sebagai sponsor fiskal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

whatsapp perlindungan data pribadi signal telegram
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top