Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

XL Axiata: Ekosistem Jaringan 5G Frekuensi 2,3 GHz Tidak Populer

XL Axiata mengklaim ekosistem 5G di pita 2,3 GHz kurang populer karena jumlah perangkat yang mendukung belum terlalu banyak di tingkat global.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  19:49 WIB
Teknisi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan pemeliharaan perangkat pada menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (15/4/2019). - Bisnis/Rachman
Teknisi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan pemeliharaan perangkat pada menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (15/4/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah gawai yang mendukung operasional 5G di frekuensi 2,3 GHz jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah gawai yang mendukung 5G di pita 2,6 GHz. Ini menjadi satu indikasi bahwa secara global, ekosistem 5G di pita 2,3 GHz kurang populer.

Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir mengatakan bahwa berdasarkan data pemasok seluler global (Global mobile Suppliers Association /GSA) November 2020, jumlah perangkat seluler yang mendukung 5G di pita frekuensi 2,3 GHz belum terlalu banyak atau sekitar 50 perangkat.

Jumlah tersebut seperlima dari jumlah perangkat seluler yang telah mendukung 5G di pita 26 GH dan 3,5 GHz, yang masing-masing berjumlah 269 perangkat dan 299 perangkat seluler.

“2,3 Ghz itu berada diurutan ke-16 [secara global] per November kira-kira ada 50 unit,” kata Marwan dalam konferensi virtual, Rabu (23/12/2020).

Adapun untuk pita perangkat seluler yang mendukung 5G di pita 1800 MHz, kata Marwan, sebanyak 180 perangkat, berada diurutan ke enam.

Marwan mengatakan bahwa kesiapan ekosistem perangkan memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan 5G. Meski demikian, seluruh frekuensi tetap dapat digunakan untuk 5G karena perangkat telah tersedia.

“Semua [frekuensi] mungkin bisa digunakan namun kesiapan perangkat dan ekosistem kembali ke pasar. Mereka yang akan menerima dan beradaptasi,” kata Marwan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro ITB, Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa meski perangkat yang mendukung 5G di 2,3 GHz masih sedikit, dengan sendirinya jumlah tersebut akan melesat seiring dengan penepatan frekeunsi dan implementasi 5G oleh pemerintah.

“Kalau mau gelar 5G pasti dilihat lagi, siapa yang mau beli? Kalau vendor pasti di mana ada kebutuhan di sana vendor buat gawai. Tidak ada susahnya bagi mereka,” kata Ian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top