Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Unikorn Banyak yang IPO Tahun Depan, Siapa Saja?

Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) memprediksi ada startup berstatus unikorn yang bakal melantai di bursa saham pada tahun depan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  20:25 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) dengan status unikorn diprediksi akan marak melantai ke bursa pada tahun depan.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan bahwa minat tersebut didorong dua unikorn Tanah Air yang tengah mengkaji opsi merger dengan perusahaan special purpose acquisition company (SPAC), yakni Tokopedia dan Traveloka.

“SPAC akan diminati para unikorn dan centaur, keduanya biasanya sudah ada investor regional atau global yang sudah biasa dengan ekosistem SPAC dan bursa di luar. Dan persepsi bahwa bursa luar lebih apresiatif terhadap startup sudah terbukti dari sisi animo para investor,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (22/12/2020).

Lebih lanjut, dia melanjutkan selain opsi melalui jalur SPAC, potensi bursa lokal juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Bursa lokal pun ke depan akan menarik bagi startup dengan path to profitability yang jelas dan bisa menunjukkan rasio finansial sesuai dengan yang sekarang ada di bursa,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, startup online travel agency (OTA), Traveloka tengah mengkaji opsi merger dengan perusahaan SPAC sebagai opsi melantai di bursa saham. Traveloka President, Henry Hendrawan mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk go public dalam waktu dekat.

“SPAC adalah salah satu opsi yang sedang kami pertimbangkan berhubung beberapa SPAC telah menghubungi kami,” ujarnya.

Sementara itu, platform dagang elektronik, Tokopedia juga dikabarkan juga tengah membahas potensi merger dengan Bridgetown Holdings Ltd, perusahaan investasi yang didukung miliarder Richard Li dan Peter Thiel.

"Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakselerasi rencana kami untuk menjadi perusahaan publik, dan telah menunjuk Morgan Stanley dan Citi sebagai penasihat kami dalam hal ini. Saat ini, kami belum memutuskan pasar dan metode untuk ini,” ujar perwakilan Tokopedia.

Tokopedia juga tengah mengkaji salah satu skema, yakni SPAC atau perusahaan akuisisi bertujuan khusus. Namun, manajemen belum memutuskan apakah skema itu akan benar-benar digunakan nantinya.

“SPAC merupakan salah satu opsi yang potensial yang bisa kami pertimbangkan, namun belum ada yang kami putuskan untuk saat ini,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top