Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapsul Hayabusa2 Dibawa Ke Laboratorium JAXA

Kapsul hayabusa tersebut diyakini membawa sampel pasir dari asteroid Ryugu. Kapsul itu diambil setelah mendarat di satu padang pasir Australia, pada hari Minggu (06/12/2020) dan tiba di Bandara Haneda, Tokyo, pada Selasa pagi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  09:15 WIB
Kapsul Hayabusa2 Dibawa Ke Laboratorium JAXA
Hayabusa2

Bisnis.com, JAKARTA - Kapsul yang dilepaskan oleh wahana Hayabusa2 milik Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) telah tiba di sebuah laboratorium dekat Tokyo, Selasa (08/12/2020).

Melansir NHK pada Rabu (9/12/2020), kapsul tersebut diyakini membawa sampel pasir dari asteroid Ryugu. Kapsul itu diambil setelah mendarat di satu padang pasir Australia, pada hari Minggu (06/12/2020) dan tiba di Bandara Haneda, Tokyo, pada Selasa pagi.

Tsuda Yuichi, manajer proyek Hayabusa2 mengatakan dirinya terharu saat menyadari kapsul itu telah menjalani jarak lebih dari lima miliar kilometer.

Kuninaka Hitoshi, Kepala Institut Sains Antariksa dan Astronautika mengatakan, pandemi Covid-19 sempat memaksa mereka untuk mempertimbangkan penundaan kembalinya kapsul itu.

Namun, menurutnya mereka sukses sebagai hasil tekad untuk terus melanjutkan terlepas dari situasinya. Ia juga mengatakan mereka berharap untuk menganalisis sampelnya secara menyeluruh agar mendapatkan sebanyak mungkin nilai ilmiah darinya.

Analisis sampel yang dapat memberikan petunjuk awal kehidupan itu, diperkirakan akan dimulai Juni 2021.

Hayabusa 2 adalah sebuah misi lanjutan untuk misi Hayabusa seperti yang diusulkan oleh lembaga ruang angkasa Jepang, JAXA.

Tujuan Hayabusa 2 adalah untuk membangun warisan misi asli, dengan memperkuat titik lemah yang ditunjukkan. Pada Januari 2011, target asteroid JU3 (162173) 1999 dengan peluncuran yang diusulkan pada bulan Juli tahun 2014, dengan cadangan memulai peluang pada Desember 2014.

Pada Juni dan Desember 2015 Hayabusa 2 kemudian tiba sesuai target pada tahun 2018, survei asteroid selama setengah tahun, berangkat pada bulan Desember 2019, dan kembali ke bumi.

Pada Desember 2020, misi Hayabusa 2 menampilkan mesin ion lebih tahan lama, bimbingan ditingkatkan dan teknologi navigasi, dan antena baru dan sistem kontrol sikap.

Operasi di asteroid akan serupa untuk orang-orang dari sebelumnya Hayabusa, tetapi dengan bahan peledak untuk menggali permukaan asteroid untuk bahan sampel.

Hayabusa 2 memiliki tekonlogi lebih canggih dibanding dengan misi Hayabusa sebelumnya. Selain dilengkapi dengan teknologi peledak SCI (Small Carry-on Impactor) juga disertai 1 robot pendarat dan 3 robot penjelajah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top