Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Jadi Momentum E-Commerce untuk Bangkit

E-commerce dinilai seharusnya bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk bisa bangkit seiring dengan animo masyarakat untuk belanja daring makin tinggi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 02 September 2020  |  17:54 WIB
Ilustrasi belanja daring.  - Dok. Istimewa
Ilustrasi belanja daring. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 harusnya menjadi momentum bagi perusahaan perdagangan berbasis elektronik untuk tumbuh, seiring dengan perubahan pola konsumsi di masyarakat.

Partner East Ventures Melisa Irene berpendapat perusahaan perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce hakikatnya tumbuh signifikan selama pandemi seiring dengan makin banyak masyarakat yang bertransaksi secara digital. Masyarakat yang telah lama menggunakan transasksi digital pun lebih makin sering bertransaksi lagi.

Berdasarkan data SIRCLO, kata Melisa, terdapat 12 juta pengguna ecommerce baru dalam 2-3 bulan saat pembatasan sosial diterapkan di Tanah Air. Pertumbuhan pengguna baru ini turut mendorong makin banyak merek besar, UMKM, hingga individual yang berjualan secara daring.

“Dampaknya juga beragam. Produk yang esensial, seperti makanan segar melonjak. Di sisi lain, produk fesyen tertekan. Variasi juga tampak di satu vertikal,” kata Melisa kepada Bisnis.com, Rabu (2/9/2020).

Melisa menambahkan bahwa secara fundamental kesuksesan perusahaan perdagangan berbasis elektronik bergantung pada skala ekonomi yang dimiliki.Untuk mencapai ini, menurutnya, biaya pemasaran produk harus efisien agar margin keuntungan bisa stabil.

Dia mengatakan bahwa pemain besar atau unikorn seperti Tokopedia, memiliki kekuatan finansial yang lebih kuat sehingga dapat menarik lebih banyak konsumen melaui biaya pemasaran digital yang disubsidi, termasuk menawarkan produk dengan harga diskon.

“Jika perusahaan e-commerce baru tidak punya nilai tambah atau penawaran yang unik. Hanya menawarkan harga yang bersaing, mereka tidak akan mampu bersaing dengan unikorn,” ujarnya.

Melisa pun berpendapat agar perusahaan perdaganan berbasis elektronik lainnya bisa bersaing dengan pemain besar yang sudah ada, mereka harus memiliki kekuatan unik untuk produk-produk yang spesifik.

Perusahaan perdagangan berbasisi elektronik harus menguasai aspek-aspek dari unit ekonomi antara lain; sumber suplai, efisiensi logistik, dan optimasi pasar.

“Contohnya seperti Sociolla, Otten Coffe, atau Orami, menawarkan pengalaman belanja yang berbeda dari marketplace besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top