Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segmen Gamers Bisa Dongkrak Penjualan Ponsel

Asus menilai pasar gamers bisa menjadi katalis penjualan ponsel mereka, sedangkan Oppo menganggap pengguna umum masih menjadi prioritas utama.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 September 2020  |  10:22 WIB
Para gamer dari dua tim e-sport berbeda sedang berkompetisi memainkan Call of Duty di Tokaigi Game Party Japan di Chiba, Jepang, Sabtu (26/1/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Para gamer dari dua tim e-sport berbeda sedang berkompetisi memainkan Call of Duty di Tokaigi Game Party Japan di Chiba, Jepang, Sabtu (26/1/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen ponsel melihat segmen pemain gim (gamers) menjadi peluang dalam meningkatkan penjualan yang lesu sejak pandemi Covid-19 melanda.

Head of Public Relations and e-Marketing Asus Muhammad Firman mengatakan bahwa pangsa pasar dari gamers terus bertumbuh. Hal ini juga didukung dari kompetisi gim mobile yang kian marak.

“Ponsel gaming sedang marak banget sekarang ini. Apalagi di masa pandemi. Kompetisi pertandingan mobile game tidak terputus karena banyak dilakukan secara daring. Untuk Indonesia, ASUS fokus di segmen [gaming] ini,” jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (31/8/2020).

Dua mengatakan bahwa ponsel gaming memiliki spesifikasi yang berbeda dengan ponsel pintar flagship yang mengandalkan performa tinggi, kinerja cepat, ataupun baterai besar.

“Kami menawarkan aspek gaming yang tidak mereka berikan pada produknya. Dari sisi perangkat keras dan perangkat lunaknya. Dan ini sangat bermanfaat bagi para gamers,” tuturnya.

Sementara, Public Relation Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto melihat bahwa potensi ponsel gaming di Indonesia tidak terlalu besar. Pasalnya, kisaran harganya yang cukup mahal membuat pangsa pasarnya cenderung kecil.

“Potensi ponsel gaming sesungguhnya tidak terlalu besar. Rata-rata ponsel gaming yang beredar memiliki harga lebih dari Rp8 juta. Pangsa pasarnya sangat segmented, kecil sekali. Ponsel gaming pun sesungguhnya bisa di-blacklist dari ajang pertandingan resmi. Apalagi mereka memiliki fungsi tambahan seperti air trigger dan sejenisnya,” ucapnya.

Dia justru melihat bahwa yang memiliki potensi adalah ponsel dengan spesifikasi atau fitur gaming.

“Gaming sendiri sebenarnya universal, hampir seluruh ponsel android dapat memainkan gim, tentunya yang berbeda hanya pada kemampuan untuk penyajian grafis tingkat tinggi atau tidak. Namun, kembali lagi memang pasarnya tidak begitu besar karena faktor harga itu sendiri,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget asus
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top