Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Insiden Peretasan, Twitter: Tidak Ada Kata Sandi yang Dicuri

Twitter baru saja mengalami peretasan besar-besaran, termasuk melibatkan sejumlah akun terverifikasi termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Bill Gates dan rapper Kanye West.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  10:48 WIB
Logo Twitter. - Bloomberg / Alex Flynn
Logo Twitter. - Bloomberg / Alex Flynn

Bisnis.com, JAKARTA – Twitter menyatakan tidak ada kata sandi, password, yang dicuri dari para pemilik akun, setelah insiden peretasan sejumlah akun para tokoh dunia.

"Kami tidak melihat bukti penyerang mengakses kata sandi. Saat ini, kami tidak melihat Anda perlu menyetel ulang kata kunci," kata Twitter lewat akun @TwitterSupport, dilansir Antara, Jumat (17/7/2020).

Twitter menegaskan mereka mengunci sejumlah akun yang berusaha mengganti kata kunci selama 30 hari belakangan, sebagai langkah keamanan tambahan. Twitter sebelumnya mengunci akun-akun yang terverifikasi, verified account, meski pun mereka belum tentu diretas.

"Sejauh ini, kami yakin hanya sejumlah kecil dari akun-akun yang dikunci ini yang diretas, tapi, kami, masih menyelidiki dan akan memberi tahu mereka yang terdampak," jelas Twitter.

Twitter juga menutup fungsi menyetel ulang kata sandi untuk sementara waktu untuk sejumlah akun. "Selain akun-akun yang masih dikunci, orang-orang seharusnya sudah bisa menyetel ulang kata kunci sekarang," kata Twitter.

Jika pemilik akun yang dikunci ingin kembali mendapatkan akses, Twitter menyatakan akan membutuhkan waktu lebih lama karena mereka ingin memastikan akses diberikan ke pemilik akun yang sah.

Twitter baru saja mengalami peretasan besar-besaran, sejumlah akun terverifikasi termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Bill Gates dan rapper Kanye West mencuit di luar kendali para pamilik akun.

Peretas meminta pengikut akun-akun tersebut mengirimkan sejumlah uang dalam bentuk mata uang kripto Bitcoin. Twitter sudah menghapus cuitan-cuitan tersebut dan menyatakan peretas masuk ke sistem internal mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

twitter hacking pencurian data

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top