Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyedia Platform E-commerce Sisir Produk ATM dan Tabungan Ilegal

Pihak penyedia layanan dagang-el terus memonitor jenis barang yang dijual, termasuk rekening bank maupun ATM.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  13:42 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyedia layanan market place mengklaim terus menyisir mitra-mitra yang menjual produk ATM maupun rekening secara ilegal.

Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono menyebutkan perusahaan sebagai portal e-commerce telah menyediakan platform jual beli online dan menampilkan barang-barang yang dapat diunggah sendiri oleh pelapak, tetapi tetap dengan aturan yang jelas.

Perusahaan pun melarang penjualan produk yang melanggar aturan hukum yang berlaku baik aturan hukum Indonesia maupun kebijakan platform.

"Jika dicek di Bukalapak, hal ini sudah langsung ditindak lanjuti oleh team kami sehingga sekarang sudah tidak dapat ditemukan lagi di laman Bukalapak. Saya kira itu yang dapat kami sampaikan jika setiap pelanggaran hukum dan syarat dan ketentuan akan langsung ditindak lanjuti," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (5/7/2020).

Adapun dia memastikan Bukalapak memiliki tim yang bertugas untuk memonitor jenis barang yang dijual untuk memastikan semua pelapak memenuhi aturan dan bertindak tegas untuk setiap pelanggaran, termasuk rekening bank ataupun kartu ATM.

Sementara itu, External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya pun menyampaikan terus melarang tayang produk dan/atau toko yang melanggar tersebut.

"Walau Tokopedia bersifat UGC - dimana setiap penjual bisa mengunggah produk secara mandiri - kami tidak pernah mendukung praktik tidak bertanggung jawab seperti ini," katanya.

Aksi proaktif pun terus manajemen lakukan untuk menjaga aktivitas dalam platform Tokopedia tetap sesuai dengan hukum yang berlaku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank e-commerce
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top