Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astaga, 91 Juta Data Konsumen Tokopedia Dijual di Darknet

Cuitan di twitter menyampaikan adanya penjualan data 91 juta pelanggan Tokopedia serta pembobolan data 15 juta pelanggan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  12:29 WIB
Cuitan di Twitter semakin ramai dan beredar kabar, bahwa Tokopedia telah menjual data ke Darknet- Ilustrasi - youtube
Cuitan di Twitter semakin ramai dan beredar kabar, bahwa Tokopedia telah menjual data ke Darknet- Ilustrasi - youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Beredar informasi di twitter bahwa data 91 juta pelanggan Tokopedia, telah dijual melalui Darknet.

Data 91 juta pelanggan ini dihargai senilai US$5.000. Bila menggunakan nilai tukar rupiah Rp15.000 per dolar, maka data tersebut dihargai senilai Rp75 juta.

Tokopedia menyebutkan pengguna aktif marketplace tersebut kini telah mencapai 90 juta per bulan. Angka itu tercapai di saat Tokopedia memasuki usia 10 tahun pada Agustus 2019.

Sebelumnya, Vice President (VP) of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengungkapkan pada usia yang ke-10 tahun jumlah produk yang terdaftar di Tokopedia meningkat 30 persen. Sebelumnya tercatat 150 juta produk meningkat menjadi 200 juta per Agustus 2019.

Selain itu, sampai saat ini Tokopedia telah memiliki 33 produk digital yang bisa dimanfaatkan penggunanya untuk membeli pulsa, token listrik, bayar air, pajak, donasi, zakat dan masih banyak lainnya.

Akun @underthebreach juga menyebutkan telah ada pihak yang berusaha untuk meretar 15 juta data pelanggan Tokopedia. Data yang diretar berupa email, nama hingga kata sandi.

Kini warganet beramai-ramai mengganti kata sandi dan saling mengingatkan untuk tidak memberikan OTP kepada siapapun. Netizen juga saling mengingatkan agar menghapus nomor rekening tercatat dan nomor kartu yang melekat di Tokopedia. Bahkan ada juga yang menyarankan untuk berhenti mengsingkronkan Tokopedia dengan dompet OVO.

Menanggapi hal tersebut, kini platfom belanja online, Tokopedia mengaku sedang melakukan investigasi perihal dugaan peretasan yang membuat bocornya data 15 juta pengguna e-commerce tersebut.

“Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan,” kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (2/5/2020).

Sebelumnya dikabarkan Tokopedia mengalami masalah keamanan yang membuat data-data pribadi sedikitnya 15 juta pengguna bocor dan ditawarkan di forum-forum online. Data-data yang diretas diduga tanpa informasi salt sehingga memudahkan peretas untuk menebak kata kunci.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan konsumen perlindungan data pribadi tokopedia
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top