Kala Dompet Digital Tak Lagi Menjanjikan Bagi Operator Seluler

Sulit bagi penyedia layanan dompet digital untuk memaksakan kebiasaan konsumen melalui aplikasi dengan metode penggunaan tunggal.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  21:56 WIB
Kala Dompet Digital Tak Lagi Menjanjikan Bagi Operator Seluler
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis dompet digital dinilai kurang menjanjikan bagi perusahaan operator seluler. Beberapa waktu lalu, layanan dompet digital XL Tunai milik PT XL Axiata Tbk. resmi ditutup. Jauh sebelumnya, PT Indosat Tbk. juga menutup layanannya, yakni Dompetku.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, sampai dengan saat ini layanan dompet digital belum menemukan model bisnis yang tepat untuk dapat berkembang secara organik sesuai dengan aturan Bank Indonesia.

"Layanan e-money merupakan bisnis layanan yang penuh dengan aturan yang ketat (heavy-regulated), dan untuk menjalankannya dibutuhkan kompetensi dan fokus bisnis yang khusus," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/3/2020).

Untuk sementara, lanjutnya, bisnis layanan digital akan menjadi fokus utama dari anak usaha Axiata lainnya, yaitu Axiata Digital Service Indonesia. Sesuai dengan strategi perusahaan, katanya, XL akan lebih fokus kepada bisnis utama di bidang telekomunikasi.

Pada 2017 silam, ketika Indosat menutup Dompetku, salah satu hal yang menjadi penyebab adalah tidak menguntungkannya layanan tersebut bagi perusahaan.

Menurut Head of Crowdfunding Working Group Asosiasi Fintech Indonesia (AFTech) Edward Ismawan Chamdani layanan dompet digital yang diluncurkan operator seluler sulit untuk dikembangkan jika berdiri sendiri tanpa adanya ekosistem gabungan.

"Ekosistem gabungan tersebut bisa memberikan manfaat di luar pembayaran bagi pelanggan dan juga manfaat pendapatan lainnya," ujarnya.

Idealnya, lanjut Edward, penyedia layanan dari sektor telekomunikasi memiliki ekosistem super apps untuk mendukung layanan dompet digital yang dimiliki, seperti halnya Gojek dengan layanannya Gopay.

Dia melanjutkan sulit bagi penyedia layanan untuk memaksakan kebiasaan konsumen melalui aplikasi dengan penggunaan tunggal. Selain itu, Strategi insentif dinilai akan menjadi beban bagi penyelenggara.

Dihubungi terpisah, pengamat perusahaan rintisan Rama Mamuaya menilai sulitnya perusahaan telekomunikasi mengembangkan bisnis melalui layanan dompet digital tidak terlepas dari paradigma yang masih tradisional.

Selain itu, lanjutnya, keterkaitan tidak langsung antara layanan dompet digital dengan infrastruktur utama perusahaan telekomunikasi membuat investasi di lini bisnis tersebut dilakukan dengan setengah-setengah dan cenderung berjangka pendek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
xl axiata, xl tunai, dompet digital

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top