Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Premium

Era Bakar Uang Usai, Kerja di Startup Masih Menarik?

14 Februari 2020 | 16:25 WIB
Sejumlah perusahaan rintisan atau startup mulai mencari pendapatan sendiri dan mengakhiri strategi membakar uang untuk membesarkan usahanya. Bagaimana dampaknya?

Bisnis.com, JAKARTA—Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan rintisan menimbulkan tanda tanya besar atas prospek kinerja startup ke depan.

Perusahaan rintisan belakangan ini menjadi alternatif bagi para pekerja untuk berkarir. Pencitraan pemilik yang positif, tawaran gaji yang menggiurkan, hingga atmosfer kerja ala milenial seringkali menjadi rayuan yang mujarab bagi para pencari kerja.

Lalu, ketika masa bulan madu atau kerap disebut bakar uang itu mulai redup, bagaimana nasib para pekerja startup saat ini? Seperti diberitakan sebelumnya, kabar menggemparkan sempat datang dari PT Bukalapak yang merumahkan sekitar 100 orang pada September tahun lalu.

Sesuai keterangan resminya, Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono mengatakan PHK dilakukan karena perusahaan perlu menata diri menjadi perusahaan yang sudah dewasa (grown up company).

Pada awal tahun ini, dua perusahaan rintisan di bidang akomodasi di Indonesia juga merumahkan karyawannya. Reddoorz dilaporkan telah  mem-PHK karyawannya sebanyak 1.000 orang, sedangkan OYO telah mem-PHK 200 karyawannya di Tanah Air belum lama ini.

Associate Director Michael Page Imeiniar Chandra mengungkapkan minat para pencari kerja untuk bekerja di startup masih cukup tinggi, meski tawaran gajinya tidak sebesar sebelum-sebelumnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top