Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tutup Tahun, Alibaba Cloud Catatkan Pertumbuhan Basis Pelanggan

President of International Business Alibaba Cloud Intelligence Selina Yuan mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukan keberhasilan solusi data intelligence berbasis komputasi awan pada era transformasi digital di berbagai industri. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  16:53 WIB
Alibaba - alibabagroup.com
Alibaba - alibabagroup.com

Bisnis.com, JAKARTA - Alibaba Cloud, perusahaan yang menjadi tulang punggung data intelijen Alibaba Group, mengumumkan pertumbuhan basis pelanggan pada 2019, yang meliputi beragam lini industri di kawasan Asia Pasifik.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Kamis (19/12/2019), tercatat 4 sektor yang menjadi basis pertumbuhan pelanggan Alibaba Cloud, antara lain; sektor real estate, sektor teknologi, sektor gim, dan sektor pertanian.

President of International Business Alibaba Cloud Intelligence Selina Yuan mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukan keberhasilan solusi data intelligence berbasis komputasi awan pada era transformasi digital di berbagai industri. 

"Kami sangat bersemangat untuk terus mendukung organisasi-organisasi ini dalam mengembangkan solusi cloud. Selain itu, kami yakin bahwa perkembangan pasar di wilayah Asia Pasifik ini tidak hanya menawarkan potensi besar bagi ekosistem Alibaba, tapi juga bagi para konsumen akhir di masing-masing Negara," ujarnya.

Selain itu, hal tersebut mengindikasikan adaptabilitas teknologi komputasi dalam memenuhi kebutuhan spesifik masing-masing industri, serta bagaimana semakin banyak organisasi di kawasan ini menggunakan data intelligence dalam mendesain ulang model operasi mereka.

Di sektor real estate, pertumbuhan basis pelanggan Alibaba Cloud ditandai oleh kemitraan yang dijalin perusahaan dengan salah satu grup real estate terbesar di Asia, CapitaLand.

Melalui kerja samanya dengan Alibaba Cloud dalam mengadopsi teknologi seperti IoT, CapitaLand dikatakan bakal memimpin pembangunan integrasi pengembangan masa depan.

Hal tersebut juga diyakini bermanfaat bagi pelanggan dan pengusaha ritel dalam meningkatkan layanan dan produktivitas, serta memperkaya pengalaman pelanggan.

Di sektor teknologi, Animal Logic, salah satu studio produksi digital asal Australia yang secara fundamental membutuhkan platform komputasi awan yang skalabel dengan kapabilitas cadangan yang fleksibel.

Adapun, puncak periode produksi perusahaan ini dapat mencapai 150TB data dalam kurun waktu 24 jam. Kemampuan Alibaba Cloud dalam menangani permintaan yang tinggi, perlindungan data dan solusi cadangan yang aman, merupakan beberapa alasan utama Animal Logic ketika memilih Alibaba Cloud sebagai mitra.

Di sektor gim, salah satu publisher daring gaming terbesar di Indonesia, Lyto Games, menjadi mitra Alibaba Cloud untuk penyediaan infrastruktur pada berbagai lokasi serta jaringan distribusi global dan sumber daya komputasi yang fleksibel. 

Melalui kemitraan tersebut, Lyto Games berkesempatan memanfaatkan pasar gim yang kian populer dan menghadirkan ritel daring ke audiens global secara cepat dan dengan biaya yang efisien. Fleksibilitas yang ditawarkan oleh solusi Alibaba Cloud juga menghadirkan skalabilitas dan kecepatan sebagaimana dibutuhkan.

Terakhir, perusahaan teknologi berbasis di Malaysia, Atilze, yang menyediakan layanan Internet untuk Segalanya (Internet of Things/IoT) dan aplikasi komputasi awan bagi pelanggan yang mayoritas bergerak di sektor agrikultur, berhasil menyajikan sejumlah layanan dan solusi agrikultur pintar bagi para pengusaha pertanian di Malaysia sejak bermitra dengan Alibaba Cloud pada 2018.

Teknologi dan solusi baru yang dihadirkan telah menghidupkan kembali industri pertanian setelah terjadi peralihan dari model tradisional ke pertanian presisi.

Kini, para pengusaha pertanian dapat memantau dan mengontrol parameter pertanian melalui analisa yang tersedia di komputasi awan, sehingga terjadi peningkatan hasil serta kualitas yang lebih baik.

Pihak Aliababa Cloud sendiri menilai pencapaian tersebut merupakan bukti nyata dari kesuksesan strategi yang diterapkan perusahaan.

Sebagai informasi, Alibaba Cloud beroperasi di 20 wilayah dengan 61 availability zones di seluruh dunia. Alibaba Cloud juga merupakan penyedia komputasi awan pertama yang memenuhi persyaratan Germany’s Cloud Computing Compliance Controls Catalog (C5) dan telah terakreditasi di lebih dari 70 akreditasi keamanan dan kepatuhan di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing alibaba
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top