Penambahan Kecepatan Dongkrak Utilisasi Internet di Wilayah Pelosok

Utilisasi internet di daerah tertinggal, terdepan dan terluar diyakini akan makin baik seiring dengan peningkatan kecepatan internet di daerah tersebut. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  09:37 WIB
Penambahan Kecepatan Dongkrak Utilisasi Internet di Wilayah Pelosok
Akses internet - livescience.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Utilisasi internet di daerah tertinggal, terdepan dan terluar diyakini akan makin baik seiring dengan peningkatan kecepatan internet di daerah tersebut. 

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan kapasitas internet berpengaruh terhadap tingkat utilitas. 

Dia meyakini makin cepat internet di suatu daerah maka tingkat penggunaannya juga makin baik. 

“Penggunaan satelit dengan bandwidth 1 Mbps dibandingkan satelit dengan bandwidth 2 Mbps, utilisasinya lebih baik yang 2 Mbps.  Hal ini menandakan utilisasi berhubungan erat dengan kenyamanan penggunaan layanan internet,” kata Ian kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Hendra Gunawan mengatakan penambahan satelit akan berdampak pada kemajuan industri satelit nasional, asalkan Bakti menunjuk perusahaan satelit nasional untuk menjalankan proyek tersebut.

“Harapannya Bakti memprioritaskan industri satelit nasional [untuk 2 satelit baru]” kata Hendra.

Sebelumnya, Setelah pembangunan ketiga Proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut Palapa Ring rampung, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) mulai mempertimbangkan untuk menambah jumlah kapasitas internet di daerah 3T, dengan menambah dua satelit lagi.

Diketahui saat ini satelit Multifungsi Satria, yang mengangkut kapasitas 150 Gbps, masih dalam tahap pembuatan. Setelah mengorbit, satelit akan menyuntikan internet  ke 149.000 titik daerah 3T yang meliputi, sarana pendidikan atau sekolah sebanyak 93.900 titik, kantor pemerintah sebanyak 47.900 titik, Puskemasn sebanyak 3.700 titik dan markas polisis dan TNI sebanyak 3.900 titik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top