Teknologi 5G bisa Diaplikasikan untuk Manjemen Sampah

Implementasi teknologi generasi kelima atau 5G, tidak hanya terbatas pada kawasan manufaktur dan industri. Namun juga bisa membantu untuk dinas kebersihan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  23:45 WIB
Teknologi 5G bisa Diaplikasikan untuk Manjemen Sampah
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA - Implementasi teknologi generasi kelima atau 5G, tidak hanya terbatas pada kawasan manufaktur dan industri. Namun juga bisa membantu untuk dinas kebersihan.

Technical Trainer of Huawei SP, Muhammad Johan Arshad menceritakan dalam acara 5G Open Mindset, dengan karakteristik 5G yang dapat memantau jutaan sensor dalam waktu bersamaan, dapat membantu truk dinas kebersihan dalam mengangkut sampah.

Dia mengatakan nantinya setiap bak sampah yang tersedia akan dipasangi sensor yang dapat membaca kapasitas bak sampah. Ketika bak sampah penuh akan memberikan sinyal kepada pusat pengendali.

Johan melihat selama ini truk sampah tidak mengangkut secara optimal karena truk sampah hanya mengangkut sampah berdasarkan hitungan waktu. Adapun isi dalam bak tersebut tidak terpantau.

Hasilnya, beberapa titik memiliki sampah yang melebihi kapasitas dan tidak terangkut karena truk penuh dan beberapa truk lainnya justru kosong karena sampah di rute mereka kosong.

Dengan sensor yang terpasang di bak sampah dan jaringan waktu nyata atau real time, 5G akan membantu truk dalam mengangkut sampah.

Truk hanya jalan jika ada bak sampah yang penuh. Rute perjalanan disesuaikan dengan titik-titik bak sampah yang penuh.

“Dengan cara ini semua truk bisa mengangkut sampah 100%, sehingga efektif dan efisien,” kata Johan di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Di samping itu, lanjut Johan, truk sampah akan lebih terawat karena kuantitas penggunaan truk dapat ditekan. Sebab, sehari-harinya hanya beberapa truk saja yang dioperasikan.

Johan menambahkan karakteristik masif IoT 5G dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Beberapa lahan pertanian di Indonesia dapat menggunakan solusi IoT yang terhubung dengan 5G. Dengan solusi tersebut aktivitas penyemprotan pestisida, pemantauan kelembapan tanah dan kondisi pertanian, dapat dilakukan secara automasi.

“5G akan menggerakan pesawat nirawak atau Drone, yang akan melakukan ketiga hal tadi,” kata Johan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi 5G

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top