Simonas Jembatani Lulusan DTS dengan Perusahaan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan Sistem Informasi Monitoring Alumni Sertifikasi (Simonas) sebagai wadah yang mempertemukan para lulusan Digital Talent Scholarship (DTS) dengan perusahaan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 September 2019  |  13:19 WIB
Simonas Jembatani Lulusan DTS dengan Perusahaan
Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan Sistem Informasi Monitoring Alumni Sertifikasi (Simonas) sebagai wadah yang mempertemukan para lulusan Digital Talent Scholarship (DTS) dengan perusahaan.

DTS adalah program pengembangan sumber daya manusia milik Kemenkominfo, guna mempersiapkan masyarakat dalam menyambut industri 4.0.  

Platform Simonas dilengkapi dengan beberapa fitur seperti profil lulusan DTS, Profil perusahaan, lowongan pekerjaan, dan mesin pencari.

Melalui mesin pencari di Simonas, perusahaan dapat mencari pekerja yang mereka inginkan berdasarkan bidang-bidang DTS seperti kecerdasan buatan, data besar, keamanan siber, komputasi awan, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, dari platform ini, perusahaan juga bisa mencari tahu sertifikasi yang telah dikantongi oleh para pesertaa seperti sertifikasi dari AWS, Cisco maupun Microsoft. Termasuk kemampuan yang mereka miliki seperti Java, Phyton, C dan lainnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan saat ini Simonas hanya untuk alumni DTS, sebab Kemenkominfo memiliki kewajiban untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan keterampilan peserta DTS.

Dia mengatakan saat ini jumlah alumni DTS yang tergabung dalam Simonas dan telah tersertifikasi sebanyak 11.000, angka ini masih jauh dari target Kemenkominfo yang mengincar 25.000 lulusan DTS pada 2019.    

Rudiantara berharap dengan adanya platform Simonas, perusahaan akan semakin mudah dalam mencari pekerja, terlebih lulusan DTS telah tersertifikasi. Dia mengatakan lulusan DTS akan mendapat pekerjaan secara bertahap dari platform ini. 

“Sekarang kan mungkin yang punya keterampilan tidak tahu kerja di mana, yang punya perusahaan pencari kerja juga tidak tahu carinya di mana, makanya dibuatkan semacam platform,” kata Rudiantara di Jakarta, Kamis, (5/9/2019).

Rudiantara berpendapat kesuksesan program DTS tidak diukur dari jumlah alumni yang dikeluarkan, melainkan jumlah alumni yang berhasil mendapat pekerjaan dan menjadi pengusaha.

Diketahui hingga saat ini jumlah perusahaan yang telah menyatakan minat dan akan menyeleksi lulusan Simonas untuk masuk ke perusahaan, sebanyak 68 perusahaan.

Perusahaan tersebut akan memanggil, menguji dan menyeleksi para alumni agar mereka mendapat bibit unggulan dari platform tersebut.

Sementara itu, Kordinator Program Pascapelatihan DTS, Aisha Sabila mengatakan saat ini belum ada alumni DTS yang berkerja di perusahaan-perusahaan tersebut, karena peserta DTS baru lulus pada 31 Agustus 2019 lalu. Meski demikian, dia berharap alumni DTS dapat bekerja di perusahaan tersebut.

Aisha mengakui platform ini tidak dapat memaksa atau berperan aktif agar para lulusan dapat diterima kerja, namun Simonas selalu membekali para lulusan dengan persiapan-persiapan ringan, seperti cara mereka menawarkan diri ke perusahaan-perusahaan, sehingga memiliki nilai tambah selain dari ketrampilan yang telah dikantongi oleh para lulusan DTS.

“Kami berikan tips-tips bagaiman membuat CV yang bagus, bagaimana berkomunikasi dengan perusahaan, kami ajarkan itu,” kata Aisha.

Aisha menuturkan dibandingkan dengan platform wadah pencari kerja yang lain, Simonas memiliki kelebihan yaitu para alumni yang memiliki sertifikasi di bidang teknologi dan informasi.

Sertifikasi hanya diberikan oleh Kemenkominfo kepada peserta DTS yang lulus dengan nilai ujian bagus.

“Jadi lulusan Simonas itu tersertifikasi,” kata Aisha.      

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkominfo

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top