6 Kiat Tangkal Serangan Siber pada Perusahaan

Hampir separuh perusahaan-perusahaan di Tanah Air kebingungan dalam mengelola keamanan data, terutama karena adanya kekhawatiran akan pelanggaran yang terjadi pada sistem komputasi awan yang diadopsi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  16:30 WIB
6 Kiat Tangkal Serangan Siber pada Perusahaan
Ilustrasi kejahatan siber - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA— Hampir separuh perusahaan-perusahaan di Tanah Air kebingungan dalam mengelola keamanan data, terutama karena adanya kekhawatiran akan pelanggaran yang terjadi pada sistem komputasi awan yang diadopsi.

Berdasarkan data terbaru Kaspersky yang dipresentasikan, Rabu (28/8/2019), sebanyak 49,2% perusahaan lokal mengkhawatirkan insiden yang dapat memengaruhi infrastruktur TI dari penyedia layanan.

Selain itu, sebanyak 12,2% perusahaan belum yakin dengan perlindungan data dari solusi komputasi awan yang diadopsi.

Terkait dengan hal tersebut, perusahaan asal Rusia itu memberikan 6 rekomendasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia agar dapat melindungi bisnis dari serangan siber.

Pertama, perusahaan diiminta meningkatkan kesadaran para karyawan mengenai ancaman keamanan siber. Karyawan yang juga menjadi salah satu target serangan, dianjurkan tidak mengklik tautan dan membuka lampiran dari pengguna tidak dikenal, atau pun mengunduh berkas dan program dari sumber yang tidak bisa dipercaya.

 Kedua, untuk meminimalisasi risiko penggunaan platform komputasi awan yang tidak disetujui, perusahaan diharapkan dapat memberi edukasi kepada staf mengenai efek negatif serta membuat prosedur dalam membei dan mengonsumsi infrastruktur komputasi awan di setiap departemen.

Ketiga, perusahaan direkomendasikan utnk menggunakan solusi keamanan high end untuk mencegah vektor serangan rekayasa sosial. Penggunaan solusi tersebut mencakup perlindungan untuk jaringan surel, surel klien, dan penjelajah web atau browser.

Keempat, perusahaan diminta untuk tidak menunda implementasi perlindungan untuk infrastruktur komputasi awan. Adapun, saat bermigrasi ke komputasi awan, perusahaan diminta memahami peta jalan migrasi serta area tanggung jawab setiap jenis platform yang digunakan.

Kelima, perusahaan dianjurkan menggunakan solusi keamanan siber khusus yang memiliki konsol manajemen terpadu dalam mengelola keamanan di semua platform komputasi awan. serta mendukung deteksi otomatis host cloud, dan autoscalling untuk menciptakan perlindungan kepada masing-masing platform.

Keenam, terapkan perlindungan berlapis untuk lingkungan mulit-cloud, keamanan siber terpadu, dan orkestrasi tanpa batas.

Adapun, solusi seperti Kaspersky Hybrid Cloud Security dapat mendeteksi ancaman umum dan kompleks serta melindungi seluruh infrastruktur komputasi awan mulai dari lingkungan tervirtualisasi hingga platform komputasi awan publik, seperti Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaspersky, perlindungan data pribadi, serangan siber, keamanan siber, kejahatan siber

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top