1.000 Mitra Bukalapak Telah Gunakan QRIS

Sebanyak 1.000 Mitra Bukalapak yang berada di Jakarta Selatan telah menggunakan metode pembayaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sesuai yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:02 WIB
1.000 Mitra Bukalapak Telah Gunakan QRIS
Salah satu mitra Bukalapak yang sudah menggunakan QRIS.

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 1.000 Mitra Bukalapak yang berada di Jakarta Selatan telah menggunakan metode pembayaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sesuai yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

 Dengan menggunakan kode QRIS, mitra Bukalapak kini telah dapat menerima seluruh jenis transaksi pembayaran nontunai dari berbagai penyedia layanan dompet digital seperti Gopay, Dana, LinkAja, OVO, dan lainnya.

 Chief Financial Officer Bukalapak Natalia Firmansyah menyatakan, pada tahap awal ini pihaknya telah mengajak 1.000 Mitra Bukalapak untuk menggunakan QRIS, termasuk di antaranya para pemilik warung, kios tambal ban, para penjual makanan gerobak,  dan lainnya.

 “Sekarang para pedagang gerobak seperti cilor, bakso, tidak hanya berjualan secara tradisional saja, tetapi juga mengadopsi teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Kami akan berupaya secara bertahap agar 2 juta Mitra Bukalapak juga dapat menerapkan QRIS,” ujarnya, Rabu (21/8/2019).

 Dia menambahkan, adopsi teknologi ini akan menjangkau seluruh segmen masyarakat Indonesia, baik yang terbiasa menggunakan teknologi maupun yang belum terekspos teknologi digital.

Menurutnya, hal ini juga akan menjadi langkah besar dalam mendorong sistem pembayaran nontunai dan juga mengakselerasi inklusi keuangan.

VP Online to Offline (O2O) Bukalapak Rahmat Danu Andika menyatakan, meskipun Bank Indonesia baru resmi merilis QRIS pada 17 Agustus 2019, tetapi Mitra Bukalapak telah menggunakan kode tersebut sejak Juni 2019.

Pihaknya mengaku awalnya cukup sulit meyakinkan para pedagang mikro yang terbiasa bertransaksi secara tunai untuk beralih ke nontunai.

 “Tantangan pertama adalah akuisisi pengguna, seperti pedagang cilor yang setiap hari lewat kantor, cukup susah untuk meyakinkan transaksi nontunai. Karena bagi mereka uangnya harus cepat diputar, kalau bisa setiap hari,” ujarnya.

 Meski demikian dia menyatakan lambat laut para pedagang mulai dapat menerima transaksi nontunai dengan menggunakan QRIS.

Bahkan, dia mengklaim para Mitra Bukalapak menyumbang transaksi organik paling tinggi terhadap proyek percontohan QRIS yang dilakukan Bank Indonesia.

 Lebih lanjut, dia menyatakan secara bertahap akan menyebarluaskan penggunaan QRIS untuk 2 juta Mitra Bukalapak, baik pemilik warung tradisional maupun individu pengusaha.

Menurutnya, perusahaan cukup memasang kode QRIS di aplikasi Mitra Bukalapak yang dapat dipindai, tanpa perlu mendatangi satu per satu mitranya. Namun dia mengaku ingin memastikan bahwa mitranya merasakan nilai tambah dari penggunaan QRIS terlebih dahulu.

Head of Project Management Office SNKI Djauhari Sitorus mendukung upaya yang dilakukan Bukalapak dalam mengimplementasikan QRIS. Menurutnya, QRIS merupakan sistem pembayaran yang modern dan mudah diadopsi oleh UMKM.

 “Kami berharap Bukalapak dapat terus mendukung upaya pemerintah untuk semakin memperluas daya jangkau QRIS ke seluruh pelosok Indonesia,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
QR code

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top