Jaringan 3 Hilang Karena Koneksi Sistem Padam, Ini Penjelasan Operator

Hutchison 3 Indonesia mengklarifikasi salah satu penyebab layanan mereka mati secara nasional karena kedua koneksi sistem nasional yang mereka miliki padam seiring dengan berkurangnya pasokan listrik ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  08:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -– PT Hutchison 3 Indonesia mengklarifikasi salah satu penyebab layanan mereka mati secara nasional karena kedua koneksi sistem nasional yang mereka miliki padam seiring dengan berkurangnya pasokan listrik ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Wakil Direktur Utama 3 Indonesia, Danny Buldansyah mengatakan perseroan memiliki dua koneksi sistem yang terdapat di Jakarta.

Koneksi sistem tersebut terhubung dengan pengaturan sistem kuota secara nasional, sehingga ketika mati dampaknya dirasakan oleh seluruh pelanggan 3 Indonesia. Para pelanggan tidak dapat menggunakan kuota meskipun gawai mereka menunjukan adanya sinya di daerah tersebut.

 “Koneksi ke management  kuota sistemnya yang mati,” kata Danny kepada Bisnis.com, Kamis (15/8/2019).  

Meski mengalami pemadaman, kata Danny, hal tersebut hanya berlangsung 2 jam. Perseroan dalam waktu singkat berhasil memperbaiki koneksi sistem sehingga pelanggan dapat menggunakan kembali kuota mereka.

Danny menambahkan untuk mengatisipasi hal serupa, perseroan berencana telah menambah koneksi sistem menjadi empat unit, yang diletakan di luar pulau Jawa.

Danny menjelaskan peletakan koneksi sistem di luar Jawa bertujuan agar saat listrik padam, masih ada koneksi sistem yang dapat digunakan.

“Kami akan buat redundant system menjadi empat, dan itu sudah kami lakukan bukan hanya di daerah Jakarta saja [pembuatannya]. Tidak masalah keluar investasi,” kata Danny.

Danny menjelaskan selama terjadi pemadaman listrik, lalu lintas data di perseroan berkurang hingga 30%, dengan jumlah total kerugian mencapai Rp20 miliar.

Sementara itu, PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo) yang juga mengalami pemadaman jaringan secara nasional belum memberi klarifikasi. Head Corporate Communications Indosat, Turina Farouk tidak memberi tanggapan kepada Bisnis hingga berita ini diturunkan.  

Sebelumnya, Opensignal, perusahaan swasta yang mengkhususkan diri dalam pemetaan cakupan nirkabel, melaporkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus lalu berdampak pada jaringan seluruh operator di Indonesia.

Indosat dan 3 Indonesia menjadi operator yang paling terdampak. Jaringan keduanya terganggu secara nasional. Meski demikian dibandingkan Indosat, 3 Indonesia mampu memulihkan jaringan mereka lebih cepat. Adapun Telkomsel, XL Axiata, dan Smartfren hanya padam secara gradual atau pada titik-titik tertentu.

Dilaporkan juga bahwa para pengguna Indosat dan 3 Indonesia mengalami penurunan ketersediaan 4G secara dramatis hingga di bawah 20%  pada waktu awal pemadaman listrik.3 Indonesia mengalami penurunan Ketersediaan 4G di Jakarta, dari rata-rata 90,4% menjadi 12,9% pada pukul 13.00.

Sementara itu, para pengguna Indosat harus menunggu hingga 14 jam untuk mendapatkan sinyal kembali. Indosat menjadi operator yang paling lama dalam memulihkan jaringan mereka di Jakarta.  Adapun operator lain hanya membutuhkan 12 jam untuk memulihkan jaringan mereka.

Kemudian di Jawa Barat, Indosat  dan Telkomsel memerlukan waktu 19 jam untuk memulihkan ketersediaan 4G.  

Lebih lanjut, berdasarkan analisis Opensignal, Smartfren menjadi operator yang paling cepat dalam memulihkan jaringan. Smartfren berhasil memulihkan jaringan dalam waktu 11 jam dan menjaga ketersediaan 4G.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator telekomunikasi

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top