Strategi Digitaraya dan Tiket.com Dorong Startup Pariwisata 'Naik Kelas'

Untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata, Digitaraya dan tiket.com berkolaborasi menghadirkan program akselerasi bagi perusahaan rintisan yang bergerak di sektor pariwisata di Indonesia.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  19:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata, Digitaraya dan tiket.com berkolaborasi menghadirkan program akselerasi bagi perusahaan rintisan yang bergerak di sektor pariwisata di Indonesia.

Dari puluhan startup yang mendaftar dari berbagai negara di Asia, sebanyak 17 startup dikurasi untuk mengikuti sesi wawancara final. Pada tahap terakhir, 7 startup dari Indonesia, Thailand, Vietnam, dan India, terpilih mengikuti program akselerasi di Jakarta.

Industri pariwisata di Indonesia sendiri memiliki potensi yang cukup besar. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menargetkan sebanyak 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2019.

Banyak inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui penetapan 10 destinasi pariwisata sebagai Bali baru.

Co-founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan, pihaknya sangat senang bisa bekerja sama dengan Digitaraya untuk mencetak startup sektor pariwisata yang baru.

 “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini mampu mendorong industri pariwisata lebih maju dan berkembang dengan kreatifitas layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Program akselerasi ini dimulai dengan bootcamp pada tanggal 12—Agustus 2019 yang diantaranya membahas potensi dan strategi terkait industri pariwisata Indonesia bersama para mentor.

Beberapa nama yang turut hadir sebagai mentor dalam program ini, antara lain, Waizly Darwin (Kementerian Pariwisata Indonesia), Jowynne Khor (Google), George Hendrata, Gaery Undarsa, Ronald Liem, Dimas Surya (tiket.com), Riaz Hyder (UBS), dan masih banyak lainnya.

Program tersebut diakhiri dengan Demo Day yang berlangsung pada Kamis (15/8)  dan akan dihadiri oleh investor (venture capital) dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini akan dilanjutkan sekaligus ditutup dengan sesi networking dan private meeting pada keesokan harinya, Jumat, 16 Agustus 2019.

Managing Director Digitaraya, Nicole Yap mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menghubungkan startup Indonesia dengan pemain global.

“Bersama tiket.com, kami berharap program akselerasi ini dapat ikut berkontribusi mendorong industri pariwisata Indonesia lebih dikenal dunia,” ujarnya.

Adapun ketujuh perusahaan rintisan yang mengikuti program akselerasi ini berasal dari Indonesia, Vietnam, Thailand dan India.

Perusahaan rintisan asal Indonesia antara lain perusahaan hotel kapsul dengan teknologi modular Bobobox, platform yang menghubungkan wisatawan dengan fotografer Frame a Trip.

Sementara perusahaan rintisan terpilih asal Thailand yaitu Hungry Hub yang menyediakan reservasi online untuk restoran, Local Alike yang menyediakan marketplace perjalanan yang mengusung tema pariwisata berkelanjutan, serta Zipevent sebagai platform manajemen dan pemasaran acara.

Dua perusahaaan rintisan terpilih lainnya masing-masing adalah Luxstay, platform penyewaan properti liburan jangka pendek asal Vietnam, dan ScoutMyTrip yang merupakan platform perencanaan road trip dan pembuatan jadwal perjalanan asal India.

Mayoritas perusahaan rintisan asal luar negeri yang mengikuti program ini memiliki rencana ekspansi ke Indonesia dalam setahun-dua tahun mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top