Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Gojek Rilis Getpay di Thailand

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), telah merilis layanan pembayaran Getpay di Thailand guna memperluas ekspansinya di Asia Tenggara.  Perusahaan juga tengah menjajaki rencana untuk membuka pasar baru di Filipina dan Malaysia.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  12:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), telah merilis layanan pembayaran Getpay di Thailand guna memperluas ekspansinya di Asia Tenggara.  Perusahaan juga tengah menjajaki rencana untuk membuka pasar baru di Filipina dan Malaysia.

 Presiden Gojek Andre Sulistyo menyatakan, pihaknya baru mengantungi izin operasi  layanan keuangan dari regulator Thailand pada bulan lalu. Saat ini, dia menyebut Getpay baru masih dalam tahap pilot dan masih terus disempurnakan sebelum dirilis lebih luas ke publik.

 Getpay merupakan hasil kerja sama antara Get dengan Siam Commercial Bank (SCB) yang menjadi investor dalam putaran pendanaan Seri F Gojek.  Saat ini, Getpay telah diluncurkan dalam versi beta di Thailand dan dapat diisi ulang melalui aplikasi perbankan  Kasikornbank Pcl dan SCB.

 “Di Thailand sudah launch Getpay tapi masih dalam tahap pilot, dapat license baru bulan lalu,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Dia menjelaskan, bisnis Gojek di luar negeri menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pihaknya bahkan mengklaim telah memproses 1 juta pesanan di Singapura, Thailand, dan Vietnam, dengan traksi yang berbeda-beda.

 Sebagai gambaran, layanan Go-Car di Singapura dan Go-Viet di  Vietnam membutuhkan waktu kurang dari dua bulan untuk mencapai satu juta pesanan, sedangkan Get di Thailand butuh waktu  tiga bulan.

 Selanjutnya, pihaknya tengah terlibat pembicaraan untuk membuka layanan Go-Ride di Filipina, dan juga menjajaki kemungkinan untuk ekspansi ke Malaysia. Saat ini perusahaan tengah mencari mitra lokal untuk rencana tersebut.

 “Filipina dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya memiliki ekonomi yang paling mirip dengan Indonesia. Kami sangat tertarik untuk ke sana, dan sedang berbicara dengan regulator,” ujarnya.

 Guna melancarkan ekspansinya, Andre berharap Gojek dapat segera merampungkan pendanaan Seri F dengan total target pendanaan mencapai  total US$2,5 miliar dalam waktu dekat. Menurutnya, sebagian besar dari target tersebut telah terpenuhi dalam beberapa bulan terakhir, dengan masuknya modal dari investor baru seperti SCB, Mitsubishi, dan Visa, dan juga penyertaan dari investor sebelumnya JD.com, Tencent, Google, dan Astra Internasional.

 Rencananya, pendanaan tersebut akan digunakan untuk membentuk banyak inovasi dan inisiatif baru di empat pilar bisnis utama Gojek yang mencakup transportasi, makanan, pembayaran, dan merchant. 

Selain itu, juga akan digunakan untuk akuisisi pengguna baru, dan pengembangan dan penelitian di bidang data science dan data learning untuk menghasilkan solusi teknologi terbaru.

  Founder dan CEO Gojek Group Nadiem Makarim menyatakan, bisnis Gojek telah berevolusi dari semula call center ojek sebagai moda transportasi, menjadi platform on-demand yang memiliki total 22 layanan.

Per Juni 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 400.000 merchant, dan lebih dari 60.000 layanan di Asia Tenggara.

 Menurutnya, pertumbuhan bisnis Gojek melesat signifikan setelah menggunakan teknologi khususnya dengan merilis aplikasi pada 2015. Saat itulah muncul berbagai layanan baru yang merespons kebutuhan konsumen, seperti Go-Food, yang saat ini menjadi motor pertumbuhan Gojek.

  Nadiem menegaskan ambisi Gojek untuk menjadi platform on-demand terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dibuktikan dengan ekspansi perseroan ke tiga negara baru yaitu Thailand, Singapura dan Vietnam dalam setahun terakhir, dan juga akan terus berlanjut di masa mendatang.

“Jarang sekali Indonesia punya brand lokal yang menginternasional. Next, kita akan masuk ke Filina dan mudah-mudahan Malaysia,” ujarnya.

 Seiring dengan ekspansinya yang terus meluas,  Gojek memperkenalkan logo baru yang dianggap lebih representatif untuk menggambarkan evolusi bisnis perusahaan yang telah menjadi platform on demand yang memiliki total 22 layanan. 

 Dia memaparkan, logo baru bernama Solv ini melambangkan satu tombol untuk semua. Lingkaran di logo baru ini dianggap dapat mewakili ekosistem Gojek yang terdiri dari berbagai layanan seperti transportasi, jasa antar makanan, pembayaran, dan melengkapi satu sama lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top