Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Menagih Jaminan Keamanan Data Pribadi Nasabah P2P Lending

12 Juli 2019 | 09:09 WIB
Financial technology (fintech) menjadi solusi bagi inklusi keuangan di Indonesia di tengah keterbatasan infrastruktur fisik. Namun, dia juga membawa kekhawatiran baru terkait longgarnya kontrol terhadap keamanan data pengguna.

Bisnis.com, JAKARTA -- Kekhawatiran mengenai pengamanan data pribadi pengguna jasa perusahaan teknologi finansial (tekfin) Peer-to-Peer (P2P) lending kembali menjadi isu yang banyak diperbincangkan.

Pertanyaan mengenai aman atau tidaknya data pengguna layanan tekfin P2P lending muncul lantaran hingga kini belum ada undang-undang yang secara umum mengatur pengamanan data pribadi nasabah layanan jasa keuangan non bank di Indonesia. Pengamanan data pribadi baru sebatas diatur oleh regulasi setingkat menteri atau lembaga negara seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menariknya, dari sisi kuantitas ternyata aturan atas isu ini luar biasa banyaknya. Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), saat ini, ada 32 aturan terpisah soal perlindungan data pribadi.

Puluhan aturan itu harus disinkronisasi untuk membuat satu aturan besar tentang perlindungan data pribadi di Indonesia.

Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencetak KTP-el di Kantor Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (24/10)./ANTARA-Adeng Bustomi

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top