Kepercayaan Jadi Hal Fundamental dalam Transformasi Digital

Di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat, rasa percaya (trust) menjadi hal fundamental yang wajib diberikan oleh para stakeholder seperti perusahaan teknologi dan pemerintah kepada konsumen.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  13:52 WIB
Kepercayaan Jadi Hal Fundamental dalam Transformasi Digital
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat, rasa percaya (trust) menjadi hal fundamental yang wajib diberikan oleh para stakeholder seperti perusahaan teknologi dan pemerintah kepada konsumen.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan saat ini Indonesia mengalami pertumbuhan pesat di bidang penyerapan teknologi. Dia menilai penggunaan teknologi telah menjadi hal yang sangat lazim di tengah kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk teknologi pembayaran.

“Ya, Indonesia saat ini sangat berbeda dengan 20-30 tahun lalu. Kita bisa lihat sendiri perbedaannya dari pertumbuhan ekonomi, penggunaan teknologi. Apalagi melihat penerimaan GDP Indonesia dari sektor digital yang tumbuh eksponensial,” tutur Haris saat ditemui usai acara diskusi Understanding Trust in Digital Services in Asia Pasific, studi yang diadakan oleh Microsoft dan Asia/Pacificdi Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Dari sisi ekonomi digital, kata Haris, pertumbuhan Indonesia akan terus menggeliat. Dia mencontohkan bagaimana saat ini di berbagai toko dan restoran pilihan menyediakan pembayaran digital semakin beragam, ditambah berbagai promo yang menyertainya. Bahkan, jika tak menggunakan metode pembayaran digital kerap dianggap aneh.

Penggunaan layanan digital memang menjadi hal yang populer saat ini. Berdasarkan riset IDC-Microsoft: Understanding Trust in Digital Services in Asia Pasific, transaksi keuangan bank dan pembayaran digital menjadi layanan digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Terkait hal tersebut, Haris mengatakan kepercayaan menjadi hal yang sangat krusial. Tak hanya mengenai transaksi yang terjadi tapi juga melibatkan data dan berbagai elemen lain di dalamnya. Untuk itu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh organisasi sebagai penyedia layanan.

Haris memberi beberapa rekomendasi bagi organisasi. Pertama, organisasi harus menjadikan kepercayaan sebagai fondasi rencana transformasi digital saat ini. Kedua, sistem keamanan dan privasi juga harus turut jadi bagian. Ketiga, perlu adanya dialog antara para stakeholder seperti perusahaan teknologi, pemerintah, dan para pelaku industri.

“Karena kita tahu teknologi ini berubah lebih cepat daripada regulasi. Pemerintah harus terus berusaha relevan dengan keadaan, maka dari itu diperlukan tukar pendapat dari pasar, dariperusahaan, juga dari konsumer tentang apa yang penting saat ini,” tambahnya.

Poin selanjutnya, penting juga untuk mengembangkan ekosistem dengan mitra-mitra yang memiliki nilai kepercayaan yang sama. Haris menilai kesamaan visi mengenai rasa percaya ini dibutuhkan karena dalam industri teknologi, kolaborasi menjadi kunci untuk membuat sebuah upaya berhasil.

Kemudian poin kelima, penting juga untuk menggunakan infrastuktur yang terpercaya dalam proses transformasi digital, seperti menggunakan platform public cloud yang kredibilitasnya sudah terbukti. Infrastruktur menjadi krusial karena itu yang akan menjadi dasar pengembangan layanan digital perusahaan.

“Seperti yang kami (Microsoft) lakukan. Mengenai kepercayaan konsumen, perusahaan kami memiliki ‘Tiga Pilar Kepercayaan’ yaitu privacy, security, dan transparency,” ujar Haris.

Privasi, Haris menjelaskan, adalah komitmen mereka menjaga seluruh data konsumen. Dia mengatakan saat ini Microsoft telah menggunakan standar privasi General Data Protection Regulation (GDPR) yang merupakan standar tertinggi di dunia.

Adapun mengenai unsur security atau keamanan, Microsoft tiap tahunnya telah menginvestasikan miliaran dolar AS untuk proteksi keamanan layanan mereka demi memastikan sistem digital berjalan aman.

Kemudian masalah transparency atau keterbukaan, Haris menjamin seluruh konsumen mereka dapat melihat dan mengetahui seluruh proses digital yang terjadi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
microsoft, digital

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top