Promo 618 JD.com Raup Omzet Rp23 Triliun per Hari

JD.com meraup omzet RMB201,5 miliar 1-18 Juni dari progam promo 618 atau rata-rata Rp23 triliun per hari.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  09:22 WIB
Promo 618 JD.com Raup Omzet Rp23 Triliun per Hari
Convinience store di kantor pusat JD.com. Pembeli cukup menunjukkan barang di kamare yang memindai produk dan wajah pembeli untul pembayaran. - Bisnis/Sutarno

Bisnis.com, BEIJING - JD.com meraup omzet RMB201,5 miliar (US$29,29 miliar) selama 1-18 Juni 2019 dalam rangka Promo 618.

Jika dikonversikan ke dalam rupiah transaksi itu setara dengan Rp416,3 triliun atau rata-rata sekitar Rp23 triliun per hari.

"Total nilai transaksi progran 618 (1-18 Juni) tahun ini mencapai RMB201,5 miliar," tulis pengumuman resmi JD.com hari ini, Rabu (19/6/2019).

Tanda-tanda booming penjualan itu sudah terdeteksi oleh JD.com saat transaksi di hari puncak promosi 618, Selasa (18/6/2019).
Hal itu berdasarkan rekapitulasi JD.com pada Selasa dini hari pukul 00.00-01.00 waktu setempat.
"Selama jam 00.00 hingga 01.00 transaksinya tumbuh 325% dari  periode yang sama tahun lalu," Yingming Zhao, Vice President of JD.com and President of JD Fashion and Lifestyle, saat presentasi Progam 618, Selasa (18/6/2019).

Peritel online raksasa China, JD.com menggelar promosi belanja tengah malam hari, Selasa (18/6/2019) dengan mengincar 7,5 miliar transaksi.

Angka 618 diambil dari hari kelahiran JD.com yang didirikan dengan nama Jingdong pada 18 Juni 1998.

Promo belanja malam hari 618 tersebut adalah gelaran 618 JD.Com yang ke-16, dan diperkirakan akan
menjadi ajang 618 JD.Com terbesar dari yang pernah digelar sebelumnya.

Seperti pada penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, JD.Com dan para mitra pemilik
merk/brand akan melibatkan lebih dari 10 juta orang dari mulai persiapan hingga ada sekitar
90% merk/brand yang akan merilis produk-produk terbarunya pada ajang 618 JD.Com ini, dan
beragam kegiatan offline untuk mendukung perhelatan 618 JD.Com yang digadang-gadang
akan menyedot perhatian 7,5 milyar konsumen ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup