Ini Cara Nodeflux Dorong Ekosistem AI di Indonesia

Perusahaan Artificial Intelligence (AI) Nodeflux akan mendorong penerapan teknologi berbasis AI melalui event bertema Al Fostering Greater Good and Beyond di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  19:04 WIB
Ini Cara Nodeflux Dorong Ekosistem AI di Indonesia
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI
Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan Artificial Intelligence (AI) Nodeflux akan mendorong penerapan teknologi berbasis AI melalui event bertema Al Fostering Greater Good and Beyond di Indonesia.
 
CTO of Nodeflux, Faris Rahman mengungkapkan ada 3 hal utama yang bisa mendorong penerapan ekosistem teknologi AI berkelanjutan di Indonesia yaitu membentuk kurikulum bidang teknologi AI, keseragaman industri dan akademisi serta mengembangkan riset dan penelitian agar tumbuh pemain baru.
 
“Kami percaya yang perlu diutamakan adalah kolaborasi dan sinergi dari beragam sektor demi bertumbuhnya ekosistem yang berkelanjutan berbasis teknologi AI ini agar semakin banyak pemain baru dan semakin banyak industri yang menyediakan playground untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya dalam keterangan resminya, Sabtu (11/5).
 
Secara terpisah, Kepala Satuan Pelaksana Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Jakarta Smart City, Alex Siahaan berpandangan bahwa teknologi AI kini bisa membantu pemerintah menyajikan data real-time mengenai arus lalu lintas, monitoring parkir liar hingga pemantauan sampah di sungai. Menurutnya, teknologi AI tersebut dapat menjadi salah satu solusi bagi sebuah kota yang ingin melakukan transformasi digital menjadi smartcity.
 
"Challenge sebuah kota dapat dilakukan dengan kolaborasi, kedepannya harus ada data-driven policy, karena adanya keterbatasan manusia, AI dapat membantu mengoptimalkan kinerja yang lebih efisien dan efektif," tutur Alex.
 
Dia mengungkapkan teknologi AI yang dihadirkan Nodeflux sebagai karya anak bangsa dinilai tidak kalah jika dibandingkan dengan perusahaan dari luar negeri. Pasalnya, teknologi AI Nodeflux kini dapat dikostumisasi sesuai dengan kebutuhan Kota Jakarta.
 
"Tentu saja, hanya orang Indonesia sendiri yang paham tentang kebutuhan kita, kalau dari luar negeri belum tentu bisa memenuhi kebutuhan yang Jakarta inginkan. Oleh sebab itu, kita memberikan mereka ruang sebagai playground untuk mengkaji analytics yang sesuai sasaran kebutuhan kota” katanya.
 
Senada disampaikan Head of NVIDIA Binus AI R&D Center, Bens Pardamean yang menilai penerapan teknologi AI kini sudah mulai dioptimalkan para penggunanya. Menurutnya, teknologi AI Nodeflux dapat membantu akselerasi pemerintah di dalam menyelesaikan masalah sosial.
 
"Pelaku industri AI di Indonesia juga cukup proaktif membantu akselerasi mengatasi masalah sosial yang ada dengan teknologi yang di kembangkan anak-anak muda Indonesia, termasuk kolaborasi dalam riset-riset pengembangan AI dengan institusi pendidikan salah satunya dengan BINUS University,” ujarnya.
 
Pada event bertema Al Fostering Greater Good and Beyond tersebut, terdapat teknologi License Plate Recognition (LPR) berbasis AI, berfungsi sebagai pembaca karakter plat kendaraan secara otomatis
 
Analitik AI ini mampu membaca berbagai jenis plat kendaraan di Indonesia dengan situasi dan kondisi yang sesuai di lapangan seperti saat hujan, kurang cahaya, hingga plat bercasing dengan akurat. LPR juga cocok untuk diterapkan sebagai solusi parkir otomatis, pelacakan kendaraan whitelist/blacklist, hingga penegakan hukum seperti penindakan kendaraan yang melanggar hukum atau terlambat bayar pajak (BDU).
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kecerdasan buatan (AI)

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top