3.000 Mitra Cashlez Kini Terima Pembayaran Ovo

Kerja sama ini sekaligus melengkapi metode pembayaran Cashlez yang kini telah mencakup kartu kredit dan kartu debit nasional dan internasional, TCash, dan BNI YAP!
Deandra Syarizka | 13 Februari 2019 14:08 WIB
CEO Cashlez Teddy Tee (kiri) dan Direktur Ovo Harianto Gunawan (kanan) menjelaskan mekanisme transaksi elektronik melalui Cashlez saat konferensi pers, Selasa (13/05) - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA — PT Cashlez Indonesia (Cashlez), perusahaan agregator pembayaran,  melakukan kerja sama dengan PT Visionet Internasional (OVO)  untuk mempermudah transaksi nontunai bagi pelaku usaha (merchant)  dan mendorong inklusi keuangan.  

Kerja sama ini sekaligus melengkapi metode pembayaran Cashlez yang kini telah mencakup kartu kredit dan kartu debit nasional dan internasional,  TCash, dan BNI YAP! 

CEO Cashlez Teddy Tee menjelaskan bahwa dengan adanya kerja sama ini sebanyak 3.000 merchants yang telah menggunakan Cashlez dapat menerima pembayaran dengan Ovo.  

Fitur ini akan tersedia pada aplikasi Cashlez POS yang dapat dimanfaatkan oleh merchant sebagai salah satu pilihan pembayaran dalam bertransaksi.  Bagi konsumen, mereka hanya perlu memasukan nomor telepon genggam yang terdaftar di Ovo pada aplikasi Cashlez atau Cashlez reader.  

"Misi kami adalah bagaimana memudahkan partner kami dalam melakukan pembayaran.  Kami fokus pada merchants baik itu kelas kecil dan menengah maupupn skala besar, " ujarnya saat konferensi pers,  Rabu (13/05).

Dia menambahkan,  seringkali merchant kebingungan dengan banyaknya sistem pembayaran dengan perangkat yang berbeda-beda.  Oleh karena itu,  pihaknya berambisi untuk menyediakan akses pembayaran dari sebanyak mungkin penyedia pembayaran dalam perangkatnya untuk memudahkan merchants.  

"Mimpinya cukup satu alat saja dia bisa terima semua pembayaran,  supaya lebih mudah dipahami oleh kasir merchants.  Karena tantangan yang paling besar adalah pelatihan kepada pengguna.  Makin banyak alat, makin bingung, " jelasnya.  

Direktur Ovo Harianto Gunawan menyambut baik kerja sama ini.  Dia memandang langkah ini sebagai sebuah sistem untuk memperluas ekosistem ekonomi digital di Indonesia. 

"Daripada overlapping dan berjalan sendiri-sendiri,  kenapa tidak kolaborasi?  Kami sangat mendukung open ecosystem," ujarnya. 

Dia menambahkan,  Ovo telah menjalin banyak kemitraan selama setahun terakhir. Harapannya hal tersebut dapat mempercepat inklusi keuangan khususnya transaksi nontunai di Tanah Air.  

Sejauh ini,  dia menyebut Ovo telah memiliki lebih dari 230.000 jumlah mitra yang menyediakan pembayaran melalui QR.  Jangkauan pembayarannya juga telah mencakup 303 kota di seluruh Indonesia.

Tag : fintech
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top