Kemenperin Dorong Startup Lokal Go International

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan seminar dan pre-opening Asia Entrepreneurship Training Program (AETP), Senin (11/2) untuk mendorong startup dalam negeri go international.
Annisa Sulistyo Rini | 11 Februari 2019 13:55 WIB
Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kelima dari kanan), bersama Head of Asean dan AETP Programme Manager Max Weber (keempat dari kiri), dan Executive Director SwissCham Indonesia Alexander Tobing (ketiga dari kiri) dalam pembukaan Seminar Asia Entrepreneurship Training Program di Jakarta, Senin (11/2) - Annisa S. Rini

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan seminar dan pre-opening Asia Entrepreneurship Training Program (AETP), Senin (11/2) untuk mendorong startup dalam negeri go international.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari AETP, SwissCham, dan Estubizi Network dan membahas mengenai program, peran, dan pemberdayaan startup. SwissCham merupakan kumpulan perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan menjadi peluang bagi para startup untuk memperluas jaringan.

“Kami berharap langkah ekspansi startup ke pasar internasional menjadi salah satu upaya peningkatan ekspor produk industri digital dan kreatif, serta memperkuat Indonesia sebagai negara industri kreatif dan digital,” ujar Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (11/2).

Gati menyebutkan beberapa startup digital dan industri kreatif binaan Ditjen IKMA akan mendapatkan kesempatan untuk diseleksi langsung oleh tim AETP pada akhir acara seminar. Untuk penjaringan startup area Jakarta akan dilakukan bersama dengan Estubizi Network.

Lebih jauh, dia menyatakan Kemenperin menyambut baik dan mendukung program AETP yang diinisiasi oleh Pemerintah Swiss melalui Swiss Secretariat of Education Research and Innovation (SERI). Dari program ini akan diambil 10 tim startup terpilih untuk mengikuti training dan coaching selama enam bulan.

Pada akhir program, tim startup yang dinyatakan lulus akan mengikuti pertukaran startup untuk bertemu venture capital dari kedua negara. “Program ini menjadi salah satu upaya tindak lanjut dari program pembinaan startup yang telah dilakukan Kemenperin. Harapannya, startup binaan dapat memperluas akses kerja sama dengan startup dan venture capital di pasar internasional, khususnya di Swiss,” kata Gati.

Max Weber, Head of Asean dan AETP Programme Manager, menuturkan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta yang kreatif dan inovatif, sehingga dibutuhkan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan pasar dan jaringan ke tingkat internasional melalui program AETP.

Adapun, Kemenperin dalam membina startup telah melakukan beberapa upaya selain program AETP, seperti program inkubasi, kompetisi, dan scaling-up. Pada 2018, Kemenperin telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 Startup yang merupakan kompetisi bagi startup dengan produk berbasis teknologi industri 4.0.

Kemenperin juga membina startup berbasis industri kreatif seperti fesyen dan kerajinan melalui Bali Creative Industry Center yang berada di Denpasar.

Tag : kemenperin, StartUp
Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top