Kembali Raih Suntikan Dana, Ekspansi Gojek ke Asia Tenggara Bakal Makin Moncer

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek telah merampungkan fase pertama putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  14:29 WIB
Kembali Raih Suntikan Dana, Ekspansi Gojek ke Asia Tenggara Bakal Makin Moncer
Ilustrasi helm milik pengemudi Gojek. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek telah merampungkan fase pertama putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital dengan nilai yang tidak dipublikasikan.

Nadiem Makarim, CEO Gojek Group, mengatakan dana dari putaran ini akan digunakan untuk memperkuat kepemimpinan Gojek di pasar Indonesia dalam layanan transportasi, pesan-antar makanan, logistik, pembayaran digital, dan layanan untuk para merchant, serta untuk terus mendorong ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Kesuksesan yang telah kami capai hingga hari ini merupakan bukti keahlian dan kejelian GOJEK dalam menciptakan dampak sosial positif secara luas, dan di saat yang sama juga menciptakan value u ntuk investor kami. Putaran pendanaan ini juga menunjukkan kepercayaan serta keyakinan investor terhadap kemampuan tim kami dalam mewujudkan visi perusahaan” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (01/02).

Dia menambahkan, hingga saat ini Gojek dan afiliasinya kini beroperasi di lima negara yang mencakup 204 kota dan kabupaten di Asia Tenggara. Perusahaan juga memiliki jaringan lebih dari 2 juta mitra pengemudi dan 400.000 mitra merchants.

Setelah putaran pendanaan Seri F ini, ujarnya,  para pendiri Gojek akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan, agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan serta terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang pesat.

Diluncurkan pada Januari 2015, Gojek kini menjadi salah satu pemain terdepan di Asia Tenggara untuk digital and mobile consumption. Gojek saat ini telah berkembang menjadi super app y ang membentuk sebuah ekosistem untuk bertransaksi, menghubungkan jutaan konsumen dengan jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant) dan penyedia layanan (service provider).

Dana investasi yang terkumpul akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia serta memperkuat ekspansi Gojek di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran Gojek di Singapura, Go-Viet di Vietnam dan GET di Thailand.

Respon masyarakat di negara-negara tersebut sangat positif, melampaui ekspektasi. Di Vietnam, Go-Viet diklaim meraih sekitar 40% pangsa pasar layanan transportasi online roda dua dalam tiga bulan setelah diluncurkan di Agustus 2018. GO-FOOD di Vietnam telah menjadi pemain utama di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi. Di Singapura, aplikasi GOJEK versi beta telah dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Januari 2019, memberikan pilihan nyata baik bagi pengguna maupun pengemudi.

Caesar Sengupta, General Manager of Payments and Vice-President leading the Next Billion Users initiative Google, mengatakan Gojek membuat hidup masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara lebih mudah dan di saat yang sama meningkatkan peluang ekonomi dalam prosesnya.

“Kami percaya kepada visi mereka, dan berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang mereka lakukan. Inilah mengapa kami sangat bersemangat untuk mendukung GOJEK, karena mereka bekerja untuk melayani lebih banyak lagi masyarakat di seluruh Asia Tenggara,” ujarnya.

Gojek merupakan platform mobile on-demand dan pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara dengan total gross transaction value (GTV) lebih dari US$9 miliar dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar pada akhir 2018.

Kinerja ini mengukuhkan kepemimpinan Gojek di layanan pembayaran digital dan pesan-antar makanan. Ekosistem Go-pay  diklaim  memproses US$6,3 miliar GTV, sementara Go-Food memproses US$2 miliar GTV di tahun sepanjang tahun 2018 - menjadikan Go-Food layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top