Anak Sapi ini hanya Berkaki Dua, Butuh Penanganan Medis

Peristiwa tidak lazim terjadi di Dusun Randusari RT 3, RW 2, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen. Pasalnya seekor sapi milik salah satu warga, Samiyem, tidak memiliki empat kaki seperti sapi normal lainnya, namun hanya memiliki dua kaki dibagian belakang.
Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  18:11 WIB
Anak Sapi ini hanya Berkaki Dua, Butuh Penanganan Medis
Kondisi sapi yang hanya memiliki dua kaki di Dusun Randusari RT 3, RW 2, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Herlambang Jati Kusumo

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL—Peristiwa tidak lazim terjadi di Dusun Randusari RT 3, RW 2, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen. Pasalnya seekor sapi milik salah satu warga, Samiyem, tidak memiliki empat kaki seperti sapi normal lainnya, namun hanya memiliki dua kaki dibagian belakang.

Adanya kejadian tersebut juga mengundang perhatian warga sekitar. Silih berganti warga datang ke rumah milik Samiyem tersebut untuk sekedar melihat dan mengambil foto anak sapi berwarna cokelat, putih tersebut.

Samiyem menceritakan anak sapi tersebut lahir setelah 10 bulan dikandungan sang induknya. Tepatnya pada Selasa (8/1/2019) malam, pedet atau anak sapi tersebut lahir. Diceritakannya sapi tersebut lahir sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia mengetahui lahirnya sapi tersebut lantaran suara gaduh dari sang induk di kandang yang ada di belakang rumahnya tersebut. Ia dan suaminya kemudian mengecek ke kandang dan melihat anak sapi tersebut sudah lahir. Lantaran keduanya sudah berusia lanjut, ia pun meminta bantuan tetangganya yang bernama Wasito, untuk melihat kondisi sapi.

“Kalau kondisinya sehat, sampai sekarang. Cuma ya itu kakinya hanya dua, jadi tidak bisa berdiri. Tidak ada tanda-tanda juga, karena induknya juga sehat normal makannya biasa,” ucap Samiyem, Kamis (10/1/2019).

Samiyem menceritakan karena merasa kasihan melihat anak sapinya tersebut jika berada di kandang, karena tidak bisa berdiri, pada esok harinya setelah lahir tersebut atau Rabu (9/1/2019), ia meminta tolong Wasito untuk membantu mengangkat dan memindahkan kesamping rumahnya.

“Ini juga saya kasih alas mendong [semacam tikar] untuk alas pedet ini. Ya semoga tetap bertahan hidup saja,” ucapnya.

Sapi yang masih berumur tiga hari itu juga tidak banyak bergerak dan tidak diikat oleh Samiyem, hanya lebih banyak di atas alas dengan beberapa jerami di sekelilingnya. Meski begitu menurutnya untuk pemenuhan susu dari induk dari ibunya masih lancar.

“Untuk minum susu dari induknya harus memakai dot bayi, jadi diperas dari induknya. Minumnya lancar masihan sehari tiga kali minum susunya, kalau makan belum karena masih tiga hari,” ujarnya.

Walaupun kondisi pedet tersebut masih sehat, namun ia khawatir tidak bisa merawatnya jika sudah besar. Samiyempun akan menjual pedet tersebut jika nantinya ada yang menawar untuk membeli pedet miliknya itu.

Salah seorang warga yang penasaran dengan kondisi pedet tersebut, Paimin menuturkan adanya kabar anak sapi berkaki dua tersebut sudah sampai mana-mana.

“Kabarnya saya pas di Pasar malah orang banyak yang nanya, lalu kesini penasaran juga jadi ingin melihat. Kondisinya menurut saya tetap sehat dan besar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sapi, anak sapi, gunung kidul

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top