China Mulai ‘Bersih-Bersih’ Dunia Maya, Layanan Baidu & Sohu Terdampak

Dilansir Bloomberg, Cyberspace Administration of China (CAC) pada Kamis (3/1/2019) mengumumkan pihaknya memulai upaya memberantas informasi "vulgar" dari sejumlah besar media online dalam enam bulan ke depan termasuk layanan pesan dan platform live streaming.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Januari 2019  |  12:00 WIB
China Mulai ‘Bersih-Bersih’ Dunia Maya, Layanan Baidu & Sohu Terdampak
Baidu, mesin pencari Internet asal China pesaing Google - web

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi cyber China memulai kampanye ‘pembersihan’ dunia maya dengan memerintahkan Baidu Inc. dan Sohu.com Ltd. untuk menangguhkan sejumlah besar layanan berita selama sepekan ke depan.

Dilansir Bloomberg, Cyberspace Administration of China (CAC) pada Kamis (3/1/2019) mengumumkan pihaknya memulai upaya memberantas informasi "vulgar" dari sejumlah besar media online dalam enam bulan ke depan termasuk layanan pesan dan platform live streaming.

Otoritas CAC cabang Beijing mengatakan pihaknya memanggil para pimpinan dari kedua perusahaan dan memerintahkan beberapa berita dan konten yang terdapat di Baidu dan Sohu untuk menangguhkan pembaruan dari 3 Januari hingga 10 Januari sementara mereka membasmi konten yang tidak diinginkan.

Saham di kedua perusahaan turun setelah sebelumnya tertekan oleh setelah penurunan proyeksi laba Apple Inc yang meningkatkan kekhawatiran di antara investor. Saham Baidu melemah 4,7%, sedangkan saham Sohu anjlok 7,4%.

Baik perusahaan maupun regulator tidak memberikan penjelasan secara pasti alasan penindakan tersebut.

Beijing semakin semakin meningkatkan tindakan keras terhadap ekosistem internet di China yang sedang berkembang, dimulai dari tindakan keras terhadap video game dan media sosial yang telah menekan para pemimpin industri seperti operator WeChat, Tencent Holdings Ltd., dan Bytedance Ltd.

Meskipun larangan yang berlangsung satu minggu ke depan tersebut tidak akan memiliki dampak besar pada Baidu atau Sohu, larangan ini muncul di tengah ramainya tekanan dengan penjualan iklan melambat karena penurunan belanja konsumen.

Tindakan keras terbaru ini juga menekankan kekuatan yang dimiliki oleh regulator China. Konten-konten mulai dari pornografi dan perjudian hingga ke konten vulgar dan penyebaran gaya hidup tidak sehat akan ditutup selama enam bulan ke depan.

“Regulator akan menyelidiki secara ketat dan menutup sejumlah situs dan akun ilegal, secara efektif membatasi informasi berbahaya," ungkap CAC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Bloomberg.

CAC menambahkan, pihaknya menargetkan 12 jenis informasi internet ilegal. Baik Sohu maupun Baidu mengatakan di media sosial mereka bahwa mereka akan mematuhi dan memperbaiki layanan yang terpengaruh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet, china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup