Pilih Angle dan Siapkan Konsep Sebelum Vlogging

Agar mendapatkan banyak “likes” atau penyuka serta menjaring banyak pelanggan, ternyata membuatnya tak boleh asal-asalan.
Dhiany Nadya Utami | 22 Oktober 2018 10:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) mengajak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ngevlog (membuat video blog). - Humas Setkab

Bisnis.com, JAKARTA — Tren video blogging makin menjamur saat ini. Agar mendapatkan banyak “likes” atau penyuka serta menjaring banyak pelanggan, ternyata membuatnya tak boleh asal-asalan.

Fotografer dan videografer Kay Moreno memberikan beberapa tips dari sudut profesional untuk membuat kegiatan vlogging dapat maksimal.

Kay mengatakan kreator mesti memiliki konsep cerita yang akan diangkat. Kemudian, dia harus menentukan objek gambar apa saja yang ingin direkam, termasuk memikirkan angle atau sudut pengambilan gambar yang ciamik. Pengambilan gambar ini tak boleh asal-asalan dan harus memperhatikan keadaan di sekelilingnya.

“Pikir dulu angle mana yang bagus, angle mana yang kira-kira tidak mengganggu gambar itu,” ujarnya usai memberikan materi dalam acara Samsung Galaxy Note9 dan Galaxy Watch Workshop di Bintan, Kepulauan Riau, Senin (1/20/2018).

Tak lupa, usahakan untuk metambahkan elemen-elemen menarik yang menggambarkan apa yang ingin diceritakan. Kreator harus mampu mencari nilai jual dari cerita yang ingin diangkatnya atau dari objek-objek yang ada di sekitarnya.

“Misalnya, masuk kamar bisa ambil sudut yang lucu-lucunya. [Misalnya] ada karangan bunganya. Atau di tempat ini kan lagunanya yang jadi selling point. Pokoknya apa yang kamu pikir unik itu yang bisa diambil,” tutur Kay.

Untuk urusan penyuntingan, menurutnya saat ini telah banyak aplikasi atau peranti lunak mobile yang dapat digunakan mengedit video di ponsel. Sehingga memungkinkan pengguna lebih ringkas dan cepat dalam menyelesaikan videonya.

“Enaknya langsung saya bisa shoot-shoot, langsung bisa saya naikkan ke Instagram, tanpa saya pulang ke rumah, tanpa saya cara laptop, tanpa saja pindah file dulu. Kapan saja saya bisa lakukan,” terang Kay.

Dia menilai sebenarnya untuk konten media sosial, proses penyuntingan melalui ponsel lebih dari cukup untuk membuat video terlihat profesional. Akan tetapi bahan mentahnya memang harus diperhatikan dengan saksama, cara pengambilan gambar harus baik sehingga memudahkan pula proses edit.

Terakhir, Kay menyebut pentingnya belajar dari vlogger-vlogger atau kreator lain. Hal tersebut untuk memberikan wawasan serta mengasah kemampuan kreator untuk menilai mana yang bagus dan mana yang tidak. Selain itu, memperbanyak referensi juga dapat memicu datangnya inspirasi.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top