Xiaomi Terima Servis Smartphone Non-Garansi Demi Brand

Xiaomi juga menyatakan bahwa dari tahun ke tahun mereka telah bekerjasama dengan pemerintah, partner lokal dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi.
Dhiany Nadya Utami | 20 September 2018 09:17 WIB
Pelanggan mengantre di depan Authorized Mi Store di Roxy Mas, Jakarta pada Minggu (13/5/208). Xiaomi meresmikan pembukaan enam Authorized Mi Store terbaru di Indonesia - Xiaomi

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah kian maraknya peredaran ponsel ilegal atau black market di Indonesia, Xiaomi secara resmi menyatakan bahwa pusat servis mereka melayani produk ponsel pintar Xiaomi non-garansi resmi di Tanah Air.

Baru-baru ini beredar kabar bahwa pusat servis Xiaomi di Indonesia atau Mi Exclusive Store menerima layanan perbaikan untuk produk non-garansi atau kerap disebut produk black market. Layanan yang diberikan adalah software upgrade dan hardware repair tanpa penggantian mainboard.

Adapun servis tersebut berlaku untuk 16 tipe ponsel Xiaomi yakni Redmi 1S, Redmi 2, Redmi 3, Redmi 3S, Redmi 4A, Redmi 4X, Redmi Note, Redmi Note 3, Redmi Note 4 (Qualcomm), Redmi 5A, Redmi Note 5A, MIA1, Redmi 5, Redmi 5 Plus, Redmi Note 5, dan Redmi S2.

Untuk produk yang tak memiliki garansi resmi, Mi Exclusive Servis Center membebankan biaya servis sebesar Rp120.000 untuk perbaikan software dan Rp150.000 untuk perbaikan hardware. Untuk penggantian spare part, dikenakan biaya beragam mengikuti ketentuan yang ada dalam sistem mereka. 

Perwakilan Xiaomi membenarkan kabar tersebut. Melalui keterangan resmi, pihak Xiaomi mengatakan bahwa pengalaman pengguna menjadi hal yang penting dan utama bagi perusahaan asal China tersebut.

“Sebagai brand, masih memiliki kewajiban untuk melayani konsumen. Kami tetap membantu layanan purna jual untuk produk tidak resmi, terbatas hanya untuk model yang resmi hadir di Indonesia,” ujarnya.

Akan tetapi, Xiaomi juga menyatakan bahwa dari tahun ke tahun mereka telah bekerjasama dengan pemerintah, partner lokal dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi.

“Kami menanggapi masalah produk black market dengan sangat serius dan kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mengataasi masalah ini, sekaligus mendorong pengguna untuk hanya membeli produk resmi di partner resmi,” tutupnya.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top