Review Nokia 8: Desain Tangguh Khas Nokia

Satu yang menarik, Nokia 8 punya fitur kamera yang antiarus utama yaitu dengan fitur Dual-Sight.
Dhiany Nadya Utami | 23 Mei 2018 13:01 WIB
Tampak belakang ponsel Nokia 8 yang dilengkapi oleh kamera berlensa Zeiss - Nokia

Bisnis.com, JAKARTA — Setahun belakangan, Nokia bangkit kembali di bawah bendera HMD Global. Ponsel terkini yang dirilis HMD Global, adalah Nokia 8. Setelah lama bermain hanya di kelompok harga menengah ke bawah, Nokia 8 adalah gebrakan HMD Global di pasar premium.

Kendati kemunculannya di Indonesia terkesan terlambat, Nokia yakin mampu merebut pasar lewat ponsel yang dibanderol Rp6 jutaan ini, apalagi citra mereknya melekat cukup kuat di benak masyarakat Indonesia.

Bisnis berkesempatan mencoba ponsel satu ini untuk menuntaskan rasa penasaran, berikut ulasannya:

Desain Khas

Secara tampilan, Nokia 8 terlihat premium dengan bodi metal berdimensi sisi setipis 4,6 mm dan rata-rata ketebalan 7,3 mm. Satu yang menarik, alih-alih mengikuti tren desain ponsel-ponsel lain yang “seragam”, desain yang diusungnya terasa sangat Nokia dan satu rasa dengan desain Lumia terdahulu. Pun, saat digenggam terasa solid dan tangguh, sungguh khas merek asal Finlandia ini.

Sayangnya, Nokia belum menerapkan konsep tanpa bezel yang menjadi tren di antara pesaing sekelasnya. Begitupun dengan layarnya yang masih mengusung aspek ratio 16:9 dengan ukuran layar 5,3 inci, terkesan agak 'jadul' dan sempit karena kebanyakan ponsel yang dirilis pada 2018 memakai rasio 18:9 alias Full View Display.

Untungnya hal ini terbantu dengan kualitas layar yang mumpuni dengan resolusi QHD 2.560 x 1.440 piksel plus kaca antigores Corning Gorilla Glass 5, 2.5D Glass dengan sentuhan akhir kelas tinggi. Pengalaman bermain gim dan nonton video jadi terasa lebih menyenangkan dengan gambar yang super jernih.

Dari sisi sistem operasi, Nokia 8 menggunakan Android murni Oreo 8.0 dari Google yang dipadukan dengan prosesor Snapdragon 835 berspesifikasi Octa-Core Kryo 280 2,4 GHz+ GPU Adreno 540 dan RAM berkapasitas 4 GB serta kapasitas penyimpanan 64 GB. Kombinasi ini membuat Nokia menjanjikan Nokia 8 memiliki kinerja yang mulus tanpa gangguan bot.

Saat digunakan, kinerja ponsel satu ini memang terasa ringan dengan tampilan antarmuka yang sederhana. Nokia 8 tidak mengalami kendala meski dipakai untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Begitu pula saat digunakan untuk bermain gim, kendati disetel pada mode high, tidak terasa ada lag atau patah-patah. Arsitektur Kryo 280 juga membantu konsumsi daya sehingga baterai lumayan awet, meski kapasitasnya hanya 3.000an mAh. Salah satu yang agak mengganggu mungkin mode getar pada ponsel ini karena getarannya terasa kurang halus dan kurang nyaman. Getar ini menggantikan notifikasi visual saat ponsel digunakan untuk bermain gim.

Beralih ke kamera, fitur satu ini digadang-gadang menjadi salah satu andalan dari Nokia 8. Kembali menggandeng kawan lamanya, yakni pabrikan lensa asal Jerman, Zeiss, Nokia 8 dibekali kamera belakang dwi-kamera yang dapat menghasilkan foto bokeh dengan kemampuan blur yang cukup baik, meski seperti ponsel-ponsel lain, kadang pengguna butuh kesabaran lebih untuk mendapatkan titik baur yang pas.

Kamera belakang Nokia 8 masing-masing beresolusi 13 MP dengan dua sensor yakni sensor RGB dan sensor monokrom. Lewat kemampuan dwi-sensor ini pengguna akan mampu menghasilkan gambar yang stabil meskipun berada di tempat bercahaya rendah. Hasilnya, kamera ponsel ini memang cukup dapat diandalkan pada kondisi cahaya redup. Gambar yang dihasilkan lumayan bagus dengan detail yang masih rapi.

Opsi Monokrom

Selain itu, Nokia memberi opsi untuk menggunakan sensor monokrom saja. Fitur ini jarang ditemukan pada ponsel lain. Menurut Bisnis, warna hitam-putih yang ditawarkannya cukup cantik dan pasti disukai penggemar foto monokrom.

Menu pada kamera juga cukup lengkap. Pada setelan manual ada pengaturan autofocus, pilihan mode gambar, mode white balance, dan tingkat kecerahan yang dapat diatur sesuai keinginan pengguna. Tak lupa, ada pula mode HDR untuk hasil foto yang lebih tajam.

Kamera depan juga tak kalah menarik dengan kamera belakang. Nokia 8 menanamkan kamera 13 MP untuk memberikan pengalaman maksimal bagi pengguna. Pada kamera depan ada opsi Beautify yang sedang tren demi hasil swafoto mulus dan tirus. Pada kamera depan, pengguna juga dapat mengatur kondisi kamera lewat setelan manual.

Adapun untuk perekaman video, Nokia 8 menawarkan pilihan kualitas gambar HD 720p, HD 1080p, hingga Ultra HD 4K. Hasil videonya terbilang memuaskan saat digunakan di luar ruangan, sebaliknya saat digunakan dalam ruang dan cahaya minim, kualitasnya menurun drastis. Nokia juga menyediakan mode slow motion dan timelapse bagi yang suka berkreasi.

Satu yang menarik, Nokia 8 punya fitur kamera yang antiarus utama yaitu dengan fitur Dual-Sight. Lewat tandem kamera belakang dan kamera depan pengguna dapat mengaktifkan kedua kamera secara bersamaan dan menghadirkan dua tampilan dalam satu layar. Jadi, pengguna bukan hanya dapat menangkap gambar yang ada di hadapan mereka tetapi bisa sekaligus merekam apa yang ada di depan layar alias tampilan wajah sendiri. Nokia menyebutnya sebagai 'bothie' alias selfie with both cameras.

Saat dicoba, memang terasa unik. Fitur ini nampaknya akan lebih berguna untuk mereka yang aktif di media sosial alias para influencer karena Dual-Sight dapat membantu mereka untuk melakukan siaran langsung via kanal media sosial seperti Facebook Live atau Instagram Live. Sebaliknya, jika bukan pecandu live, pengguna mungkin tak akan terlalu merasakan manfaat fitur ini.

Panjang Umur

Satu hal lain yang tak boleh dilupakan adalah baterainya. Meski hanya 3.000an mAh, jika digunakan dengan aktivitas normal baterainya bisa bertahan hingga keesokan harinya. Ditambah fitur fast charging yang membuat pengisian daya tak memakan waktu lama. Sungguh ciri khas Nokia dengan baterai panjang umurnya.

Secara keseluruhan, Nokia 8 bisa dibilang berhasil mencuri perhatian dengan mempertahankan kekhasannya seperti desain yang ciamik dan baterai yang tahan lama. Menggunakan ponsel ini juga terasa cukup menyenangkan dengan kinerjanya yang mumpuni. Apalagi untuk sekelas ponsel flagship, harganya terbilang cukup ramah.

Namun, jika dibandingkan dengan merek-merek lain, unsur kebaruan fitur ponsel satu ini masih sangat kurang misalnya layar yang terasa sempit. Nokia harus berlari mengejar inovasi-inovasi lain yang sedang tren saat ini agar tidak kecolongan. Jika mampu mengejar, rasanya banyak pengguna akan berpaling pada cinta lamanya ini.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top