Warganet Indonesia Lebih Suka 'Kepo' Lewat Instagram Stories

Lebih dari separuh atau 64% responden menilai konten di Instagram Stories lebih asli daripada berupa publikasi di laman muka Instagram.
Duwi Setiya Ariyanti | 24 April 2018 16:30 WIB
Instagram - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kegiatan mengunggah video, foto, atau tulisan melalui fitur Instagram Stories diperkirakan meningkat ketika Ramadan. 

Product Marketing Manager Instagram Asia Pasific Paul Webster mengatakan sulit memprediksi pasti angka kenaikan kegiatan unggah konten melalui fitur Instagram Stories. Adapun, pada Ramadan tahun lalu, didapatkan bahwa kegiatan unggah konten melalui fitur ini meningkat 34% dibandingkan dengan periode 20 Januari hingga 24 Juni. 

"Saya rasa itu akan terus berlanjut di Ramadan. Kami berharap [tumbuh lebih dari 34%]," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna paling aktif yang menggunakan Instagram Stories. Dari riset yang dilakukan, 68% pengguna Instagram di Indonesia menggunakan fitur Stories untuk mengetahui apa yang dilakukan keluarga dan kerabat. Selain itu, lebih dari separuh atau 64% responden menilai konten di Instagram Stories lebih asli daripada berupa publikasi di laman muka Instagram. 

"Pertumbuhan Instagram cukup besar khususnya untuk Stories di Indonesia. Kita berharap tren terus berlanjut," katanya.  

Peluang ini pun bisa dimanfaatkan pelaku usaha yang ingin lebih dekat dengan konsumen. Instagram meluncurkan fitur baru untuk melakukan promosi yakni format Carousel untuk menampilkan tiga konten secara berurutan dalam satu iklan sehingga menampilkan narasi yang lebih kompleks. Selain itu, fitur zoom sehingga konten bisa ditampilkan dengan format layar penuh.

Menurut Paul, format Carousel ini akan menjadi pilihan baru yang agar konten yang ditampilkan lebih naratif. Sebagai gambaran, dia menyebut mayoritas produk menggunakan format video atau foto saja. Namun, dengan Carousel, keduanya bisa digabungkan sehingga pesan tersampaikan. 

Dia menyebut pembuat konten bisa memasukkan hal-hal yang paling menarik di dua hingga tiga detik pertama lalu menyambungnya dengan cerita.      

"Indonesia menyukai gaya bercerita, [fitur Carousel] akan punya perspektif yang bagus," kata Paul. 

Tag : media sosial
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top