Dolar Menguat, Advan Masih Pertahankan Harga

Advan masih bertahan dengan harga jual lama karena produk yang ada saat ini menggunakan bahan baku yang telah dibeli dengan kurs lama.
Dhiany Nadya Utami | 18 Maret 2018 15:23 WIB
Model melakukan swafoto menggunakan ponsel Advan Smartphone G1 saat peluncurannya, di Jakarta, Kamis (23/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS membuat harga komponen naik, Advan memastikan belum ada rencana menaikkan harga jual produknya.

Direktur Marketing Advan Tjandra Lianto mengatakan saat ini Advan masih bertahan dengan harga jual lama karena produk yang ada saat ini menggunakan bahan baku yang telah dibeli dengan kurs lama.

“Pembelian parts yang sekarang sudah dilakukan 3—6 bulan lalu dengan kurs saat itu,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, pekan lalu.

Tjandra mengatakan tetap ada kemungkinan perubahan harga terhadap produk-produk mendatang karena saat ini bahan baku dibeli dengan nilai tukar dolar yang lebih tinggi.

Meskipun begitu, dia belum menyebut perkiraan kenaikan harga yang akan terjadi. Besaran kenaikan akan disesuaikan dengan kurs yang berlaku.

Forecast produk baru tentu akan kami sesuaikan, tapi sementara kami tidak naikkan harga,” kata Tjandra.

Kenaikan harga ini, menurut Tjandra, juga tidak mempengaruhi jumlah produksi. Advan tetap mempertahankan jumlah produksinya sesuai target.

Tahun ini Advan memasang target produksi 7,2 juta unit/tahun, jumlah yang sama dengan 2 tahun sebelumnya.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top