Ini Alasan Penjualan Smartphone Merosot pada Akhir 2017

Para vendor dinilai lambat dalam menciptakan ponsel yang memenuhi keinginan pasar.
Dhiany Nadya Utami | 26 Februari 2018 13:38 WIB
Komponen di dalam Samsung Galaxy S9 - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan smartphone atau ponsel pintar dunia hanya mencapai 408 juta unit pada kuartal terakhir 2017 atau mengalami penurunan 5,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Riset Gartner Anshul menyatakan ada dua faktor utama yang menyebabkan jatuhnya penjualan ponsel global.

Pertama, perpindahan dari ponsel fitur ke ponsel pintar melambat karena sedikitnya ponsel pintar murah yang berkualitas.

Kedua, pengguna smartphone telah memiliki ponsel pengganti berkualitas. Ini memperpanjang siklus pergantian ponsel.

Selain itu, menurut Gupta, permintaan untuk ponsel berkualitas tinggi, konektivitas 4G dan fitur kamera yang lebih baik tetap kuat. Namun, para vendor dinilai lambat dalam menciptakan ponsel yang memenuhi keinginan pasar.

Raksasa ponsel asal Amerika Serikat, Apple, menjadi vendor dengan penurunan paling tajam dibandingkan para pesaingnya.

Penjualan Apple menurun hingga 5% pada periode ini, sementara  Samsung mengalami penurunan 3,6% dan Oppo 3,9%.

"Apple berada pada posisi yang berbeda pada kuartal ini dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya,” ujar Gupta.

Menurutnya, hal ini dipicu oleh tiga varian yang dikeluarkan Apple yakni iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Ketersediaan iPhone X membuat lambatnya upgrade pengguna ke iPhone 8 maupun iPhone 8 Plus karena pengguna menunggu untuk mencoba model yang lebih mahal.

"Kami mengharapkan ada permintaan yang bagus untuk iPhone X sehingga bisa menaikkan kembali penjualan Apple pada kuartal pertama 2018,” ujar Gupta.

Sementara itu pabrikan ponsel asal China, Huawei dan Xiaomi bertahan di tengah turunnya  penjualan ponsel global. Keduanya mencatatkan kenaikan penjualan masing-masing 10,8% dan 6,9%.

Tambahan beberapa produk baru Huawei pada kuartal ini seperti Mate 10 Lite, Honor 6C Pro dan Enjoy 7S, membuat vendor ponsel ini sukses dilirik.

Adapun, portfolio ponsel pintar Xiaomi yang kompetitif, baik varian Mi maupun Redmi, membantu mempercepat pertumbuhannya di pasar Asia Pasifik. Saat ini pasar terbesar Xiaomi di luar China adalah India.

“Selain itu, peningkatan penjualan di Indonesia dan pasar lainnya di Asia Pasifik akan menempatkan Xiaomi sebagai merek global yang kuat,” tambah Gupta.

Namun, Samsung menegaskan penjualan ponsel pintar Samsung di Indonesia tetap naik meski tren penjualan ponsel pintar dunia sedang menurun.

Vice President PT Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun menyatakan penjualan ponsel pintar Samsung tumbuh sebesar 35,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut, menurut Lee, berasal dari seluruh lini ponsel yang dikeluarkan Samsung, baik dari seri flagship maupun ponsel murah. Namun, dia enggan merinci angka penjualan di Indonesia.

Lebih lanjut, Lee mengatakanpenjualan ponsel pintar Samsung naik seiring pertumbuhan pasar smartphone di Tanah Air menunjukkan kecederungan yang baik.

“Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi,” ujarnya.

Head of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager Steven Shi mengklaim bahwa Xiaomi merupakan satu-satunya perusahaan ponsel pintar yang berhasil tumbuh hingga 96,9% pertumbuhan dari tahun ke tahun.

“Kami sungguh optimistis,” ujarnya saat peluncuran Xiaomi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus, beberapa waktu lalu.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top