Aplikasi Hoax Analyzer Buatan Mahasiswa ITB Lolos Ke Final Microsoft Imagine Cup 2017

Tim CIMOL, developer muda asal Institut Teknologi Bandung, berhasil lolos ke babak final tingkat Asia Tenggara pada Microsoft Imagine Cup 2017 dengan aplikasi karya mereka, Hoax Analyzer.
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 07 April 2017  |  11:34 WIB
Aplikasi Hoax Analyzer Buatan Mahasiswa ITB Lolos Ke Final Microsoft Imagine Cup 2017
Tim CIMOL, developer muda asal Institut Teknologi Bandung, mempresentasikan karya aplikasi mereka, Hoax Analyzer di america, Jakarta, Jumat (7/4 - 2017).

Bisnis.com, JAKARTA - Tim CIMOL, developer muda asal Institut Teknologi Bandung, berhasil lolos ke babak final tingkat Asia Tenggara pada Microsoft Imagine Cup 2017 dengan aplikasi karya mereka, Hoax Analyzer.

Tim CIMOL berhasil unggul dari 521 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melalui seleksi ketat untuk sampai pada babak final Indonesia. Kelima finalis Indonesia yang telah terpilih pada Maret lalu, pada hari ini, Jumat (7/4/2017) mempresentasikan hasil final dari aplikasi yang mereka kembangkan.

Tim CIMOL yang terpilih, akan diberangkatkan ke Manila, Filipina pada tanggal 23 – 26 April 2017 mendatang untuk bertemu dan berkompetisi dengan para pemenang dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Kami merasa senang dan bangga dengan keberhasilan tim kami. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat mewakili Indonesia dalam babak final Asia Tenggara di Manila. Aplikasi Hoax Analyzer ini kami ciptakan untuk mengurangi jumlah informasi hoax yang beredar di masyarakat. Kami berharap temuan kami ini dapat bermanfaat bagi semua orang di Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ujar Adinda Budi Kusuma Putra dari tim CIMOL, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Microsoft Indonesia, Jumat (7/4/2017).

Para finalis yang terpilih akan memperebutkan tiket ke World Final Microsoft Imagine Cup 2017 yang akan diselenggarakan di markas Microsoft di Seattle, Amerika Serikat pada Juli 2017 mendatang. Kompetisi ini memiliki hadiah utama uang tunai sebesar Rp 1,3 Miliar dan layanan Microsoft Azure senilai Rp 1,6 Miliar.

Anthonius Henricus, Developer Evangelism and Experience Director, Microsoft Indonesia menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh finalis Imagine Cup Indonesia.

“Seluruh tim yang berpartisipasi sungguh menunjukkan kreativitas dan inovasi yang luar biasa. Sebanyak 50% dari proses penilaian berfokus kepada pemanfaatan teknologi dalam pengembangan aplikasi, khususnya teknologi komputasi awan, Azure. Berbeda dari Imagine Cup tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami tidak menentukan kategori dalam Imagine Cup, sehingga membebaskan kreativitas para peserta dalam berinovasi. Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak bagi finalis asal Indonesia agar dapat melaju hingga ke babak dunia.”

Tim CIMOL berhasil mengalahkan 4 finalis Indonesia lainnya. Penjelasan singkat mengenai projek dari ke-5 finalis dapat dilihat dalam tabel berikut.

Nama Tim

Institusi

Proyek

CaTour

Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung

CaTour (Child Adventure). Game edukasi berjudul Child Adventure atau dapat disebut CaTour yang berbasis VR. Didalamnya dapat ditemukan banyak rintangan serta pertanyaan seputar kebudayaan daerah Indonesia. Pembuatan game ini bertujuan agar pengguna dapat menjadikan game sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan.

CIMOL

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Hoax Analyzer. Sebuah aplikasi berbasis website yang dapat membantu pengguna untuk melakukan pengecekan informasi yang tersebar di internet. Hoax Analyzer memanfaatkan teknologi NLP dan Machine Learning untuk memproses teks input dan mengklasifikan berita fakta dan hoax.

FRIYO

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Fashionsense. Menggunakan teknologi Real-Sense milik Intel dan kecerdasan buatan yang semua pemrosesannya dilakukan pada Microsoft Azure. FashionSense dapat mengambil gambar dan data dari wajah dan tubuh pengguna dengan Real-Sense, kemudian memproses gambar dan data yang telah diambil tersebut dan mengambil karakteristik fisik untuk memberikan rekomendasi pakaian yang sesuai dengan pengguna.

GaBlind Team

Universitas AMIKOM Yogyakarta

GaBlind (Glasses and Shoes for Blind). Alat bantu inovatif berupa kacamata dan sepatu khusus yang didesain untuk tunanetra untuk meningkatkan kemampuan bernavigasi di luar rumah. GaBlind menggunakan mikrokontroler dan berbagai sensor untuk mendeteksi sesuatu yang menghalangi tunanetra. Koneksi bluetooth digunakan untuk bertukar data dengan aplikasi mobile dan Global Positioning System (GPS) berbasis windows.

MIRACLE STUDIO

Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung

Tanah Airku. Tanah Airku dikembangkan menggunakan dua teknologi yang sedang terkenal saat ini yaitu, Augmanted Reality dan Virtual Reality. Pada implementasi AR, pengguna memerlukan buku dan juga kartu yang sudah diterbitkan secara legal. Buku dan kartu tersebut digunakan sebagai marker untuk memunculkan obyek 3D maupun audio sebagai pembelajaran yang dilengkapi dengan penjelasan dalam buku mengenai kebudayaan Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
itb, microsoft

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top