Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahija Riset Metode Metode Alamiah Tekan Deman Berdarah

Penelitian tersebut mengembangkan sebuah metode alamiah untuk mengurangi penyebaran virus demam berdarah dengan menggunakan bakteri alami yang disebut Wolbachia, di mana bakteri itu jika terkandung dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti bisa menekan virus demam berdarah sehingga tidak ditularkan ke manusia.
Natalia Indah Kartikaningrum (K12)
Natalia Indah Kartikaningrum (K12) - Bisnis.com 28 Februari 2016  |  18:00 WIB
Tahija Riset Metode Metode Alamiah Tekan Deman Berdarah
Agus Susanto, Wakil Ketua Yayasan Tahija (kanan) bersama dengan Warsito Tantowijoyo, Entomologist EDP Yogyakarta (kiri) saat menjelaskan mengenai EDP Yogyakarta di Bali. - Bisnis.com

Bisnis.com, JIMBARAN--Yayasan Tahija berkolaborasi bersama dengan Universitas Gadjah Mada dan Monash University Australia melakukan riset Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta.

Penelitian tersebut mengembangkan sebuah metode alamiah untuk mengurangi penyebaran virus demam berdarah dengan menggunakan bakteri alami yang disebut Wolbachia, dimana bakteri itu jika terkandung dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti bisa menekan virus demam berdarah sehingga tidak ditularkan ke manusia.

Agus Susanto, Wakil Ketua Yayasan Tahija, mengatakan penelitian tersebut dimulai sejak 2011 dan saat ini telah memasuki fase yang ketiga yaitu pelepasan nyamuk Wolbachia ke tempat yang lebih besar.

“Secara keseluruhan kami ada empat fase yang utama. Pertama persiapan untuk penelitian seperti uji keamanan dan kelayakan, kedua pelepasan nyamuk yang sudah ber-Wolbachia di skala kecil dimana awalnya kami melepas nyamuk dewasa kemudian melepas telur. Kedua fase tersebut sudah kami lakukan,” paparnya kepada media, Minggu (28/2/2016).

Dia menambahkan dengan fase ketiga tersebut pihaknya ingin meneliti apakah dengan populasi yang lebih besar, nyamuk tersebut dapat menurunkan kasus demam berdarah.

“Kemudian fase keempat atau yang terakhir kami membantu untuk membuat model implementasinya yang berkaitan dengan pemerintah sebagai pembuat kebijakan,” ujarnya.

Project Leader EDP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini, mengatakan sekarang ini sudah dilakukan pelepasan nyamuk Wolbachia di empat wilayah yang terbatas dengan penduduk kurang dari 3.000 jiwa per wilayahnya di Yogyakarta.

Dia menilai bahwa setelah dilepas nyamuk tersebut bisa berkembang biak alami di alam dengan nyamuk Aedes Aegypti liar, kemudian di wilayah tersebut juga diamati perkembangan kasus demam berdarahnya.

"Memang setelah 2 tahun sejak nyamuk tersebut dilepaskan, itu sudah terlihat. Misalkan di satu wilayah pada Januari 2014 ada tujuh kasus dan pada Januari 2015 sudah turun jadi dua kasus, selanjutnya pada 2016 kemarin sudah tidak ada kasus,” jelasnya.

Dia mengatakan di wilayah terbatas, penelitian tersebut sudah mulai terlihat dampak yang cukup signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ugm demam berdarah
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top