PERANTI 2016: Desain Ponsel Sentuhan Logam Akan Jadi Tren

Desain ponsel tidak akan banyak perubahan. Seperti biasa, Apple berperan besar dalam menentukan tren desain ponsel, seperti tren penggunaan bodi logam pada banyak ponsel. Sebagian pembuat ponsel akan mengikuti tren ini untuk memberikan nilai tambah
k8 | 02 Januari 2016 19:50 WIB
Penyebabnya, orang kini semakin sadar terhadap kesehatan sehingga perlu peranti yang bisa selalu mengingatkan mereka soal kebugaran.

Bisnis.com, JAKARTA - Desain ponsel tidak akan banyak perubahan. Seperti biasa, Apple berperan besar dalam menentukan tren desain ponsel, seperti tren penggunaan bodi logam pada banyak ponsel. Sebagian pembuat ponsel akan mengikuti tren ini untuk memberikan nilai tambah

Ponsel dengan layar besar akan tetap mendominasi: pada awal 2015, Juniper Research meramalkan bahwa phablet akan men-jadi dominan pada 2 tahun—3 tahun mendatang. Akan tetapi, adakah kemungkinan ponsel dengan papan ketik QWERTY mendapat tempat lagi di hati pengguna?

Ini bergantung pada keberhasilan Blackberry Priv, produk yang mengandalkan papan ketik fisik, tidak hanya papan ketik virtual di layar sentuh. Bila produk tersebut berhasil, pembuat ponsel lain mungkin akan tertarik untuk membuat desain ponsel yang lebih beragam.

TEKNOLOGI

Kecenderungan lain pembuat ponsel adalah menjejalkan sensor tambahan ke dalam produknya. Kadang-kadang, seperti pemindai sidik jari (fingerprint reader) tidak langsung bermanfaat banyak. Ini terutama karena prasarana penunjangnya yang belum siap.

Salah satu kegunaan pemindai sidik jari adalah pembayaran elektronik. Pada 2015, Apple cukup sukses memperkenalkan sistem pembayaran elektronik lewat iPhone meskipun baru dalam skala terbatas.

Langkah Apple ini diikuti oleh Samsung (lewat Samsung Pay). Sementara itu, Google merombak sistem pembayaran elektroniknya (sebelumnya sudah ada Google Wallet) dan memperkenalkan Android Pay.

Cukup mudah memperkirakan bahwa kesuksesan Apple akan mendorong pemain lain untuk ikut terjun dalam pembayaran elektronik ponsel, terutama para operator.

Jenis sensor yang mungkin ditanamkan adalah berbagai pelacak kebugaran. Pada saat ini, Samsung Galaxy S6, misalnya, sudah dilengkapi dengan pemantau denyut jantung.

Namun, ponsel mungkin bukan tempat paling tepat untuk menanamkan sensor seperti ini. Peranti sandangan (wearable) bisa jadi lebih cocok, terutama karena pada peranti sandangan sensor seperti ini bisa lebih dekat ke tubuh manusia. Tren peranti ini bisa jadi akan lebih banyak ditemukan pada ponsel baru 2016.

Penyebabnya, orang kini semakin sadar terhadap kesehatan sehingga perlu peranti yang bisa selalu mengingatkan mereka soal kebugaran.

KOMPUTER PRIBADI

Komputer pribadi tradisional pada umumnya (termasuk Apple Mac), termasuk kategori peranti yang mandek beberapa tahun terakhir. Secara desain, pembuat komputer portabel mungkin masih akan mendorong komputer jinjing yang semakin tipis dan hemat baterai, tetapi tidak akan banyak perubahan mendasar yang terjadi.

Pembuat komputer portabel mungkin akan bereksperimen dengan metode masukan baru, setelah layar sentuh marak dengan diperkenalkannya Windows 8. Salah satunya adalah penggunaan teknologi Magic Leap, yang mampu mendeteksi gestur jari pengguna tanpa harus menyentuhkannya ke permukaan.

Perancang komputer pribadi juga akan berusaha memanfaatkan miniaturisasi komponen dengan merancang PC yang semakin kecil. Ini mungkin berarti akan mengorbankan komponen seperti cakram magnetik (berdampak terhadap kapasitas penyimpanan), port, serta daya komputasi.

Langkah ekstrem yang diambil Intel, misalnya, Compute Stick, menciutkan PC menjadi hanya sebesar ponsel untuk digunakan dengan televisi sebagai layar monitornya.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) merupakan bidang lain yang mendapat perhatian berbagai perusahaan teknologi informasi. AI menjadi resep buat berbagai produk seperti asisten pribadi ponsel (Siri, Cortana, Google Now).

Google, IBM, Microsoft, dan Facebook pada 2015 melepas teknologi AI mereka ke publik dengan tujuan mempercepat riset dan kemampuan teknologi kecerdasan buatan.

Pada tahun ini, kita mungkin akan melihat penggunaan AI lebih luas lagi pada ber-bagai sektor teknologi dan ini tampaknya akan dimulai dari sektor otomotif. Tesla Motors telah merilis mobil dengan fitur autopilot, yang pada dasarnya adalah langkah pertama untuk mobil otonom.

Bila para pembuat mobil dan perusahaan peranti lunak lebih agresif meriset teknologi ini, kita mungkin akan melihat lebih banyak lagi perusahaan otomotif yang mengadopsi AI. Artinya, peranti yang akan kita temukan pada produk yang lahir pada tahun ini bisa jadi mengarah kepada produk berbahan bodi logam chrome keemasan.

Sejumlah ponsel sudah mengusung model itu, seperti keluaran Samsung, Huawei, dan Blackberry. Masalah konektivitas dengan peranti dan fungsinya yang lebih memudahkan penggunannya untuk mendukung aktivitas, seperti penggunaan pemindai sidik jari untuk layanan pembayaran elektronik akan lebih mengemuka pada 2016.

Apa benar seperti itu? Kita tunggu saja lahirnya peranti-peranti itu.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ponsel

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu (1/1/2016)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top