Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Alat Keamanan Sasar Konsumen Rumah Tangga

Bisnis.com, JAKARTA - Gunnebo Indonesia mempergiat penetrasi pasar ke konsumen rumah tangga. Tujuannya untuk mendongkrak penguasaan di segmen itu dari 20% menjadi 30%. 
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 24 Juli 2013  |  17:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Gunnebo Indonesia mempergiat penetrasi pasar ke konsumen rumah tangga. Tujuannya untuk mendongkrak penguasaan di segmen itu dari 20% menjadi 30%. 

Kegiatan bisnis produsen alat keamanan, utamanya pemadam kebakaran, itu didominasi pelanggan korporat 80%. Untuk memperbesar cakupan pelanggan rumah tangga Gunnebo berusaha meningkatkan kepedulian masyarakat atas bahaya kebakaran.

Business Area Manager Fire Products Gunnebo Indonesia Andre Adrian mengatakan semakin peduli masyarakat, maka kesadaran untuk menyediakan perangkat alat pemadam kebakaran di rumah sendirinya bertambah.

"Kita berharap konsumen rumah tangga akan naik signifikan. Anda tahu sendiri berapa banyak rumah yang belum punya alat pemadam api. Kira-kira kita menuju ke arah sana [30%] untuk rumah tangga," katanya kepada Bisnis, Selasa (23/7/2013) malam. 

Gunnebo yakin dapat menembus lebih banyak segmen rumah tangga dengan menyediakan alat pemadam api ringan (Apar) dalam berbagai varian mulai dari tabung 1 kg, 3 kg, 4,5 kg, 6 kg, 9 kg, 12 kg. Sedangkan tabung troli ukuran 20 kilogram lazimnya digunakan korporat. 

Banderol harga dimulai dari yang termurah sektiar Rp400.000-an hingga Rp2 juta untuk ukuran 12 kg. Selain tabung Apar juga diproduksi selimut api (fire blanket) serta alat pendeteksi panas dan asap dengan harga pasar sekitar Rp400.000 per unit. "Besar sekali potensi pasar di Indonesia. Ada 250 juta penduduk sehingga banyak rumah di sini," tutur Andre.

Menurutnya, perlu dilakukan lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ntisipasi kebakaran. Lebih banyak yang teredukasi maka pencegahan dan penanganan akan lebih mudah. Apalagi kota-kota besar di Indonesia banyak diisi pemukiman padat penduduk yang menjadi titik rawan kebakaran.

Sosialisasi kepada warga dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta serta Djarum Foundation. Hasilnya, dari 21 peristiwa kebakaran sebanyak 16 di antaranya bisa ditangani warga Tambora, Jakarta Barat. 

"Masyarakat Indonesia masih banyak yang anggap stok alat pemadam kebaran ini sebagai biaya tambahan. Padahal ini adalah upaya preventif. Kebakaran itu dari api kecil tapi tidak terkendali lalu jadi besar," ucap Andre. 

Kategori penyebab kebakaran terdiri dari kelas A, B, dan C. Kelas A merupakan kebakaran yang disebabkan benda padat seperti kertas, kayu, plastik, dan lainnya. Kelas B biasanya dipicu benca cair mudah terbakar semisal bensin, solar, dan alkohol. Adapun Kelas C adalah kebakaran akibat korsleting listrik. 

Kebakaran di rumah tangga paling sering disebabkan korsleting aliran listrik. Tapi Gunnebo mengklaim produk Apar mereka mampu memadamkan api baik disebabkan listrik serta benda padat maupun cair. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo menyambut gembira penetrasi Gunnebo ke segmen rumah tangga. Utamanya, ibukota dan sekitarnya selain dihuni gedung juga banyak pemukiman baik berbentuk komplek perumahan maupun semi permanen yang rentan terbakar.

"Paling banyak yang terbakar itu perumahan termasuk pemukiman padat penduduk yang bangunannya cenderung semi permanen disebabkan korsleting listrik," ucap dia.

Pihaknya mencatat hampir setiap tahun kebakaran terbanyak dialami rumah hunian penduduk. Pada 2012 ada 1039 kebakaran terdiri dari 3.790 bangunan rumah, 815 bangunan umum, 24 bangunan industri, 130 kendaraan, dan lainnya sekitar 267 unit. Hingga Juli 2013, tercatat ada 486 kebakaran, 203 di antaranya terjadi di komplek perumahan dan mengorbankan sekitar 10.000 jiwa. 

Dalam melakukan pencegahan, Dinas Pemadam Kebakaran melakukan sejumlah hal seperti pemetaan titik rawan kebakaran, penyuluhan dan pelatihan kepada warga serta gladi recana operasi. Wilayah rentan terbakar umumnya ditandai dengan jarak antarbangunan berimpitan, bahan bangunan semi permanen, dan akses jalan sempit. 

Country Manager Gunnebo Indonesia Hindra Kurniawan yakin produknya merupakan salah satu bentuk solusi efektif untuk menangani awal kebakaran di rumah-rumah. "Pemahaman menghadapi kebakaran penting. Kalau percikan api di awal tidak segera ditangani akan fatal akibatnya," ujar dia.

Gunnebo berkiprah di industri kemanan Indonesia sejak 40 tahun lalu. Unit usaha Gunnebo Security Group ini menyediakan berbagai produk kemanan dan layanan purna jual. Ada 2 perusahaan di bawah grup ini di Indonesia yaitu PT Indolok Bakti Utama selaku distributor seluruh produk Gunnebo dan PT Chubb Safes Indonesia sebagai produsen physical security.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta gunnebo produsen alat keamanan
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top