Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI INDOSAT: Direksi Indosat & IM2 Minta Perlindungan ke DPR

JAKARTA-DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Indosat Tbk di Gedung DPR RI, hari ini (15/1. Rapat tersebut digelar terkait dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Indosat dengan anak usahanya, IM2.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Januari 2013  |  15:34 WIB

JAKARTA-DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Indosat Tbk di Gedung DPR RI, hari ini (15/1. Rapat tersebut digelar terkait dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Indosat dengan anak usahanya, IM2.

 

Indosat datang dipimpin oleh Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli, didampingi beberapa pejabat Indosat a.l. Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer, Direktur Keuangan Indosat Stefan Carlsson, Director & Chief Technology Officer Idosat Hans Christiaan Moritz, Dirut IM2 Ridwan F Karsa.

 

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan. CEO Indosat dan Direktur IM2 memaparkan pokok persoalan yang menimpa mereka.

 

Dalam pemaparan singkatnya, Alexander mengatakan kasus yang menimpa mereka akan sangat merugikan telekomunikasi Indonesia. Dia mengaku khawatir lantaran regulasi yang sudah ada saat ini ternyata tidak dapat dijadikan pegangan.

 

“Kami minta perlindungan, karena selama ini kami berjalan sesuai regulasi. Di Indonesia ada 200 Internet Service Provider (ISP), ini mengancam eksistensi Internet Indonesia," ujar dia.

 

Saat berita ini ditulis rapat masih berlangsung dengan agenda pertanyaan dari anggota dewan (39/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Galih Kurniawan

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top