Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMPUTASI AWAN: Penetrasi di Indonesia Capai 41%

JAKARTA—Penetrasi komputasi awan di Indonesia diprediksi mencapai 41% atau naik hampir 2 kali lipat dari penetrasi pada 2012 yakni 20%.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  05:39 WIB

JAKARTA—Penetrasi komputasi awan di Indonesia diprediksi mencapai 41% atau naik hampir 2 kali lipat dari penetrasi pada 2012 yakni 20%.

Adapun penetrasi komputasi awan di Indonesia pada 2012 masih didominasi private cloud sebesar 70% dengan tingkat pertumbuhan di atas 100% dan public cloud sebesar 30%.

Pendiri Indonesian Cloud Forum Teguh Prasetya memprediksikan 2 tahun mendatang, tingkat penetrasi komputasi awan akan meningkat hingga 70%.

"Namun nanti trennya mengarah ke  hybrid cloud, kombinasi antara private dan public cloud," kata Teguh, saat dihubungi Bisnis Kamis (27/12/2012).

Sementara itu, International Data Corporation (IDC)  memprediksikan pada 2013 industri komputasi awan Indonesia mampu mencapai nilai hingga US$ 134,3 juta dari nilai adopsi pada 2012 sebesar US$ 75,7 juta. Selain itu, IDC juga memperkirakan rasio pertumbuhan komputasi awan Indonesia sejak 2012 hingga 2016 mencapai 37,1%.

Berdasarkan prediksi IDC, 2013 merupakan tahun di mana layanan public cloud akan menjadi tren yang mendominasi. Hal ini dipicu oleh adopsi komputasi awan publik dari usaha kecil menengah seperti para pelaku e-commerce dan game online yang mulai menyadari efisiensi dari pemakaian cloud.

Selain itu, pada tingkat adopsi komputasi awan perusahaan, IDC memperkirakan pada 2013 akan terjadi peningkatan permintaan adopsi dari sektor manufaktur dan ritel, sejalan dengan usaha pemerintah selalu mendorong transformasi pada kedua sektor ini. (sut)

  

"Selama 2 tahun ke depan, implementasi public cloud terutama oleh UKM akan tumbuh. Kalau pada 2012 penetrasi implementasi public cloud UKM hanya 3%, maka 2 tahun ke depan akan mencapai 10% hingga 14%," tambah Teguh.

Adapun, berdaarkan data IDC, Indonesia masih termasuk salah satu negara dengan tingkat adopsi komputasi awan rendah di Asia Pasifik, yakni menduduki peringkat kedelapan, dengan nilai adopsi di bawah US$300 juta. Posisi teratas masih diduduki Singapura, Australia, dan India, dengan nilai adopsi komputasi awan masing-masing mencapai lebih dari US$600 juta.

Pada 2012, di Indonesia layanan komputasi awan Aplication as a Service (AaaS) mencapai nilai US$33 juta, Platform as a Service (PaaS) mencapai US$4,3 juta, dan Infrastructure as a Service (IaaS) mencapai US$38,4 juta.  (34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Febriany D.A. Putri

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top