PROYEK INFRASTRUKTUR: Investasi PELABUHAN PETI KEMAS Priok melonjak Rp5,66 triliun

 
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 23 April 2012  |  18:04 WIB

 

JAKARTA: Biaya pembangunan terminal peti kemas Tanjung Priok tahap pertama diproyeksikan akan menelan dana hingga Rp22,66 triliun atau US$2,47 miliar, atau meningkat dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya Rp17 triliun.

 

Penaikan itu sejalan dengan penambahan kapasitas hingga 2,5 juta TEUs.

 

Pelindo II akan berinvestasi sebesar Rp11,7 triliun untuk membangun dermaga, reklamasi lahan dan alur pelayaran, sedangkan sisanya dari partner perseroan.

 

RJ Lino, Direktur Utama PT Pelindo II, mengatakan penaikan kapasitas dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan muatan. "Proyek itu akan kami mulai pada Juli," katanya, Senin 23 April 2012.

 

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan industri pelayaran nasional menunggu proyek itu segera dilaksanakan lebih cepat guna mengurai ancaman kongesti yang diperkirakan akan terjadi pada 2014.

 

Dia merujuk data arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama Februari 2012 yang mencapai 961.049 TEUs atau tumbuh 20,3% dibandingkan dengan periode yang sama 2011 sebesar 798.964 TEUs.

 

Dia menjelaskan dengan pertumbuhan di atas 20%, potensi terjadinya kongesti lebih cepat dari proyeksi sangat besar.

 

“Kongesti itu bukan hanya merugikan pengusaha, negara juga ikut merugi,” ujarnya.

 

Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Natsir Mansyur mengatakan pemerintah masih lambat dalam melaksanakan proyek-proyek infrastruktur logistik di Tanah Air, termasuk Kalibaru. 

 

Natsir menjelaskan proyek tersebut dapat memangkas biaya logistik nasional secara signifikan sebelum liberalisasi masyarakat ekonomi Asean diberlakukan pada 2015.

 

“Kalau respons pemerintah tidak cepat, sektor logistik akan sulit bersaing pada 2015 nanti.” (ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top